Menhub Serahkan Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 ke KNKT
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyerahkan Investigasi terkait kecelakaan kapal Virgo Transport 8 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dudy mengatakan penyelidikan terkait kecelakaan kapal merupakan kewenangan KNKT.
"Biar KNKT yang melakukan investigasi karena itu tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KNKT. Jadi kita menyerahkan sepenuhnya investigasi ke KNKT," kata Dudy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumang di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Dudy mengatakan investigasi diperlukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan kapal Virgo. Hal ini penting untuk mitigasi dan mencegah terulangnya kecelakaan kapal.
"Kemarin Bapak Presiden menyampaikan untuk melakukan investigasi ya. Kemudian apabila, kan kita mesti melihat dulu sebab musabab daripada kecelakaan tersebut. Yang pasti kalau memang ada yang harus diperbaiki akan kita perbaiki. Ya," katanya.
Untuk saat ini, kata Dudy, Ke menhub akan melarang kapal berlayar jika cuaca buruk. Hal itu akan disesuaikan dengan informasi yang disampaikan BMKG.
"Sesuai dengan apa yang disampaikan BMKG, kita akan lihat alur-alur di mana yang memang oleh BMKG dianggap apa namanya, pelayarannya cukup membahayakan atau memang masih bisa dilayari oleh kapal-kapal," katanya.
Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo
Sebelumnya, Presiden Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk menginvestigasi secara mendalam dan objektif terhadap kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Prabowo menginstruksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengoordinasikan langkah-langkah penanganan selanjutnya bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), sekaligus memastikan hak-hak keluarga korban dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Presiden juga meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan melibatkan unsur Polri dan TNI.
“Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam rapat tersebut, Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i melaporkan kronologi kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dengan membawa 243 penumpang dan 89 kendaraan. Kapal tersebut berangkat pada 13 September 2026 lalu, dan sekitar pukul 01.00 menghadapi cuaca buruk berupa gelombang kuat dan angin kencang.
“Satu jam berikutnya dilaporkan kondisi kapal mengalami kemiringan berat, dan dalam satu jam berikutnya kapal sudah tidak bisa berkomunikasi. Pada pukul 04.10 Badan SAR Nasional mengaktifkan operasi SAR dan melalui Basarnas Command Center,” ujar Kepala Basarnas.
Dalam penanganan awal, Basarnas mengerahkan unsur laut dan udara menuju lokasi kecelakaan. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi dan berhasil menyelamatkan 108 orang serta mengevakuasi enam korban meninggal dunia.
“Kami sampaikan mulai dari kapal MT Mauhau, kapal TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal Nelayan Sri Asih, telah berhasil mengevakuasi korban dengan jumlah 108 kondisi selamat dan 6 kondisi meninggal. Jadi total korban yang terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban,” tuturnya.
Baca Juga
Menhub: Tim SAR Berhasil Evakuasi 114 Korban Kecelakaan Kapal Virgo
Memasuki hari keempat operasi SAR, Kepala Basarnas menyampaikan bahwa pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan mengerahkan unsur udara dan laut. Basarnas juga menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi bawah air dengan dukungan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
“Hari ini, memasuki hari keempat, operasi kami tetap melaksanakan, baik itu dari unsur udara, kemudian unsur laut, dan kami menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi sub underwater, di mana untuk unsur kapalnya sendiri, kami didukung oleh KRI yang memiliki kemampuan untuk underwater yaitu Pushidros, yaitu KRI Canopus. Kemudian dari tiga tim, kami kerahkan, yang pertama dari satu tim, dari Basarnas special group, kemudian dua tim dari TNI Angkatan Laut, yaitu dari pasukan katak dan penyelam khusus,” ujar Kepala Basarnas.
