Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Jakarta, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan investigasi secara menyeluruh mengenai penyebab kecelakaan kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Last Jawa, Senin (14/9/2026). Investigasi ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.
"Kita terus akan melakukan investigasi, meneliti apa sebab dari kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik," kata Prabowo dalam sambutannya saat peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga
Menhub: Tim SAR Berhasil Evakuasi 114 Korban Kecelakaan Kapal Virgo
Dalam kesempatan ini, Prabowo menyampaikan duka kepada keluarga korban kapal Virgo. Prabowo mendoakan keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan.
"Kita selalu ingat saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Yang terakhir kapal Virgo di Banjarmasin dan kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keteguhan," katanya.
Selain korban Kapal Virgo, Prabowo juga mendoakan masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah daerah. Kepala Negara memastikan, pemerintah pusat, daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam menangani berbagai musibah yang dihadapi masyarakat.
"Seluruh pemerintah pusat, daerah, provinsi, kabupaten, semua instansi terbukti bekerja sama dengan baik untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan," katanya.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga
Basarnas Kerahkan 15 Armada Laut dan Udara Cari 130 Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
Hingga Selasa (15/9/2026) malam pukul 22.00 Wita, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengonfirmasi sebanyak 114 korban ditemukan, dan seluruhnya telah berhasil mendarat di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
