Menteri LHK Sebut 3 Aspek Pencegahan Karhutla Permanen, Apa Saja
JAKARTA, Investortrust.id - Ada tiga aspek dalam pengendalian untuk pencegahan secara permanen atas kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak 2020, sesuai dengan arahan presiden, demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memantau langsung kerja-kerja Manggala Agni mengatasi karhutla ke Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Tiga aspek yang disebutkan Siti Nurbaya pertama adalah pengendalian dan analisis iklim/cuaca dengan memantau pergerakan cuaca lalu dikembangkan dalam analisis wilayah di lokasi rawan karhutla untuk menentukan lokasi operasi modifikasi cuaca alias hujan buatan.
Kedua, melakukan pengendalian operasional melalui satgas terpadu yang melibatkan KLHK, BNPB, BRIN, BMKG, TNI, Polri, Kemendagri, pemerintah daerah serta komunitas masyarakat setempat. “Tugas dari satgas ini adalah menggelar deteksi dini serta melakukan kesiapan pemadaman di darat dan udara. Termasuk di dalamnya adalah melakukan sosialisasi dan penegakan hukum,” kata Siti Nurbaya, Senin (13/11/2023).
Baca Juga
Sudah 68 Hari, Menteri LHK Berharap Karhutla di Sumsel Segera Berakhir
Upaya ketiga adalah melalui pengendalian dan pengelolaan landscape atau peruntukan lahan. Melakukan pembinaan kepada pemilik konsesi lahan dan bisnis kehutanan. Di dalamnya juga termasuk merangkul pertanian tradisional yang kerap melakukan pembakaran saat membuka lahan atau pascapanen.
Selain itu, Siti Nurbaya juga mengungkapkan solidnya koordinasi dan kerja lapangan yang dilakukan bersama dengan Pemda, TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni.
Diketahui, Manggala Agni sudah berjuang memadamkan api sejak awal September 2023, membangun tenda untuk fokus melakukan pemadaman. Dari total 109.000 hektare hutan dan lahan terbakar di Sumsel sepanjang Januari-Oktober 2023, kejadian terparah ada di Desa Jungkal.
Baca Juga
Operasi pemadaman sudah dimulai sejak 9 September 2023. Namun, kebakaran tetap meluas hingga mencapai 6.000 hektare. Kebakaran di lokasi ini menyumbang polusi asap terbesar di Sumsel, terutama ke Palembang dan sekitarnya. Bahkan, asap mencapai provinsi tetangga, seperti Jambi dan Riau.
Di sela-sela kunjungannya ke Jungkal, Siti Nurbaya juga memberikan motivasi kepada Manggala Agni yang sedang memadamkan untuk tetap semangat menuntaskan pemadaman di Desa Jungkal.
"Pekerjaan Manggala Agni adalah profesi yang mulia. Banyak pihak di Indonesia telah melihat bagaimana kinerja Manggala Agni dalam pengendalian karhutla," tandasnya.
Secara teknis, karhutla di Desa Jungkal terbilang sulit diatasi. Kondisinya berupa lahan gambut dalam, rata-rata 6 meter. Semakin sulit karena sumber air untuk pemadaman minim, dan juga angin kencang yang berubah-ubah arah.(CR-9)

