Telkomsat Perkuat Konektivitas Kapal Patroli Bea Cukai dengan VSAT STAR
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) memperkuat konektivitas sektor maritim melalui layanan VSAT STAR yang digunakan untuk mendukung operasional kapal patroli Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di wilayah perairan Indonesia hingga Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
VSAT STAR merupakan layanan konektivitas berbasis satelit yang dirancang untuk menyediakan akses komunikasi dan jaringan di wilayah yang tidak terjangkau infrastruktur komunikasi terestrial. Layanan tersebut memiliki kapasitas hingga 200 Mbps per site.
Direktur Komersial Telkomsat Andri Yunianto mengatakan konektivitas satelit dibutuhkan untuk mendukung digitalisasi sektor maritim yang memiliki karakteristik operasional berbeda dengan wilayah daratan.
“Melalui VSAT STAR, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan jangkauan jaringan darat tidak menjadi hambatan bagi aktivitas operasional di laut. Konektivitas satelit memungkinkan kapal tetap terhubung untuk mendukung komunikasi, pertukaran data, hingga berbagai kebutuhan digital yang semakin penting dalam operasional modern,” ujar Andri dalam siaran pers, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga
TelkomGroup Optimalkan Konektivitas Satelit Telkomsat di 17 Titik Terdampak Gempa NTT
Menurut Telkomsat, VSAT STAR telah dimanfaatkan pada kapal-kapal patroli Bea dan Cukai untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan konektivitas ketika menjalankan pengawasan, pencegahan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas barang di wilayah pabean Indonesia dan ZEE.
Konektivitas satelit tersebut dapat digunakan untuk komunikasi antara kapal dan pusat kendali, pertukaran data, akses aplikasi digital, koordinasi antarunit, serta komunikasi personel selama pelayaran.
Baca Juga
Telkomsat Percepat Digitalisasi Wilayah 3T, Community Gateway Dorong Konektivitas Indonesia Timur
Telkomsat menyebut penggunaan VSAT STAR pada kapal patroli dapat mendukung operasional dengan mobilitas tinggi dan cakupan wilayah luas, terutama ketika kapal beroperasi jauh dari jaringan komunikasi darat.
Dengan tersedianya konektivitas selama pelayaran, aktivitas operasional kapal dapat tetap terhubung dengan sistem dan aplikasi berbasis jaringan meskipun berada di wilayah laut yang minim infrastruktur komunikasi terestrial.
