Bertemu Prabowo, Gema Astronacci Ingatkan Tentang Tata Kelola
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -Founder PT Astronacci International, Gema Goeyardi bersama sejumlah tokoh mengaku bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (6/9/2026). Dalam pertemuan selama sekitar lima jam tersebut, Gema menyampaikan kritik kepada Kepala Negara.
Gema mengaku menyampaikan kritik tentang tata kelola pemerintahan, termasuk seputar koordinasi secara struktural seperti dari level menteri ke para direktur jenderal di bawahnya, hingga dari para direktur jenderal ke para staf.
“Ada (ego) sektoral antarkementerian. Dan dia (Prabowo) setuju (membenarkan),” kata Gema, saat di Podcast Primus Indepth, diakses Kamis (10/9/2026).
Gema mengatakan Prabowo merasakan hal yang sama. Prabowo pun bercerita pada Gema, saat menjabat sebagai menteri pertahanan, Prabowo butuh waktu tiga hari untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, ada menteri yang tak seberuntung Prabowo. Diceritakan Gema, bahkan ada menteri lain di Kabinet Indonesia Maju mengaku pada Prabowo beljum berkesempatan menemjui Presiden selama setahun.
Menurut Prabowo, seperti disampaikan Gema, para direktur jenderal di kementerian kerap menganggap dirinya sebagai raja kecil, karena merasa lebih lama menjabat dibandingkan posisi presiden dan para menterinya.
“Itu kan masalah dari zaman Orde Baru,” ujar dia.
Namun disampaikan oleh Prabowo kepada Gema, Presiden Prabowo tak dapat menyelesaikan banyak masalah birokrasi yang sudah mengakar tadi dalam waktu cepat masa dua tahun masa jabatannya.
Baca Juga
Dukung Demutualisasi BEI, Gema Minta Standar Global dan Batas Kepemilikan Asing
Masih menurut Gema, dalam pertemuan dirinya dan sejumlah tokoh dengan Presiden, Prabowo menyampaikan alasan mengapa ia memilih bertindak cepat dalam menelurkan sebuah kebijakan. Alasannya, Prabowo tidak punya banyak waktu.
“Kenapa tidak banyak waktu itu maksudnya bagaimana? Mungkin ya karena mau mengejar (pertumbuhan ekonomi) 8%” kata Gema.
Berikutnya, Gema juga menyebut ia sempat menanyakan target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Prabowo. Salah satu optimisme itu salah satunya adalah karena telah dibentuknya Danantara Sumber Daya Indonesia atau DSI.
“Kalau tiga tahun lagi DSI ini tidak dikelola dengan baik, mungkin susah. Karena harapan pemerintah adalah 8% ini ketika devisa hasil ekspornya bisa stay di Indonesia,” jelas dia.
