Ketua KPK Dapat Penghargaan Alumnus Berprestasi ILEA Bangkok
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mendapat penghargaan sebagai alumnus berprestasi dari komunitas International Law Enforcement Academy (ILEA) Bangkok. Penghargaan itu disampaikan dalam acara 2026 ILEA Bangkok Alumni Reception yang digelar di The Langham Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPK Bapak Setyo Budiyanto hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus menerima plakat penghargaan dari ILEA Bangkok dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Baca Juga
KPK Yakin RUU Perampasan Aset Bakal Optimalkan Pemulihan Kerugian Negara Akibat Korupsi
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pencapaian Setyo sebagai salah satu alumni ILEA yang dinilai berprestasi dan sukses. ILEA juga menyebutnya sebagai salah satu alumni yang merepresentasikan nilai profesionalisme, integritas, dan kepemimpinan yang menjadi bagian penting dari komunitas tersebut.
Plakat penghargaan tersebut diserahkan Acting Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Aqueelah T Johnson, bersama Program Director ILEA Bangkok, Robert Sommerville.
KPK menilai penghargaan tersebut merefleksikan pentingnya nilai profesionalisme, integritas, dan kepemimpinan dalam membangun kapasitas serta jejaring penegakan hukum yang berorientasi pada pemberantasan kejahatan lintas negara.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi yang baik sekaligus pengingat bahwa integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan merupakan nilai yang harus terus dijaga dalam menjalankan amanah penegakan hukum. Lebih dari itu, jejaring yang dibangun melalui komunitas ILEA menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pemberantasan korupsi,” ujar Setyo.
Kehadiran Setyo dalam kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan dan jejaring profesional antara KPK dengan komunitas ILEA serta mitra penegak hukum internasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pertukaran informasi yang diikuti para alumni ILEA, termasuk empat alumni dari KPK, dengan menghadirkan perwakilan Internal Revenue Service (IRS), Federal Bureau of Investigation (FBI), dan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.
Sejumlah isu strategis dibahas dalam sesi tersebut. Beberapa di antaranya, investigasi kejahatan keuangan, financial and cyber crimes, international public corruption, pencucian uang, kejahatan yang berkaitan dengan aset kripto (cryptocurrency), serta penguatan kerja sama internasional dalam penegakan hukum.
2026 ILEA Bangkok Alumni Reception kemudian mempertemukan alumni ILEA dari berbagai instansi di Indonesia, pimpinan ILEA Bangkok, perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, serta perwakilan lembaga penegak hukum Amerika Serikat.
Selain Setyo Budiyanto, KPK juga diwakili Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi KPK Kartika Handaruningrum serta alumni ILEA dari KPK lainnya, yakni Kiki Fauzia Bidari, Edy Kurniawan, Arend Arthur Duma, dan Ika Kusriyani.
Baca Juga
Korpri KPK Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
Setyo menyatakan, forum tersebut memiliki arti strategis di tengah karakter tindak pidana korupsi yang semakin kompleks dan dapat melibatkan lintas wilayah maupun yurisdiksi. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan informasi dengan komunitas penegak hukum internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas serta respons penegakan hukum terhadap kejahatan yang semakin dinamis.
“Korupsi tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, penegakan hukumnya juga membutuhkan jejaring dan kolaborasi yang mampu melampaui batas yurisdiksi. Forum seperti ILEA menjadi ruang penting untuk membangun koneksi, bertukar pengalaman, dan memperkuat kerja sama agar pemberantasan korupsi semakin efektif,” kata Setyo.
KPK menilai penguatan kerja sama internasional bukan hanya penting untuk mendukung penindakan, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan praktik baik dalam pencegahan korupsi. Dengan jejaring yang semakin kuat, koordinasi dan kolaborasi antarpenegak hukum diharapkan dapat semakin responsif dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan, termasuk kejahatan keuangan dan kejahatan berbasis teknologi.
