BNPB Rilis Update Karhutla di 7 Wilayah: Kalimantan Barat Terparah, Kualitas Udara Berbahaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan terbaru terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas serta wilayah Papua Barat.
Dalam konferensi pers, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, memaparkan situasi di lapangan yang mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Papua Barat.
Di Kalimantan Barat, tercatat ada 61 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 802 hektar. Kualitas udara di wilayah ini berada pada kategori berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer.
BNPB menerjunkan 14.563 personel satgas darat yang berhasil memadamkan 429,9 hektar lahan. Sementara itu, satgas udara mengerahkan armada patroli serta dua unit helikopter water bombing yang menyiramkan 352.000 liter air. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan dengan menaburkan 1.800 kg garam.
"Adapun operasi satgas udara ini dibarengi juga dengan water bombing atau penyebaran air melalui helikopter di udara," ujar Berton, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga
Lapor ke Prabowo, BNPB Pastikan Tidak Ada Antrean BBM Pascagempa NTT
Berton menjelaskan, penanganan di Kalimantan Barat memerlukan waktu lebih lama dan pasokan air yang banyak untuk proses pendinginan akibat tebalnya lapisan lahan gambut. Saat ini, kegiatan belajar mengajar di sana masih berlangsung secara daring, dan masyarakat diimbau selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Sementara di Kalimantan Tengah, ditemukan 70 titik api dengan luas karhutla mencapai 225 hektar, di mana 197 hektar di antaranya berhasil dipadamkan oleh 4.686 personel satgas darat. Kualitas udara tercatat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 2,5 kilometer.
Operasi udara untuk pemantauan dan water bombing sempat terkendala cuaca di lapangan, namun OMC berhasil dilaksanakan satu kali dengan menyebar 800 kg garam. Pemadaman kini difokuskan pada pendinginan titik api aktif melalui jalur darat.
Laporan dari Kalimantan Selatan menunjukkan adanya 56 titik api dan lahan terbakar seluas lebih dari 305 hektar. Satgas darat berjumlah 1.408 personel berhasil memadamkan lebih dari 28 hektar, sedangkan lima unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan 1.323.000 liter air yang memadamkan 84 hektar lahan.
Kualitas udara berada pada rentang sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 5 kilometer. Operasi OMC tidak dapat berjalan karena ketiadaan awan potensial. Sebagai langkah inovasi, petugas memanfaatkan drone termal untuk melacak titik api di bawah permukaan tanah serta melakukan injeksi surfaktan guna mengondensasi air dan membasahi lapisan tanah dalam.
Untuk Provinsi Riau, situasi dinilai relatif terkendali meski ditemukan 30 titik api dengan luas kebakaran mencapai lebih dari 172 hektar. Sebanyak 17.764 personel satgas darat diterjunkan dan telah memadamkan lebih dari 30 hektar lahan. Satgas udara menerjunkan empat unit helikopter water bombing yang menyiramkan 760.000 liter air.
Selain itu, OMC yang menyemaikan 1.000 kg garam sukses memicu hujan berintensitas rendah hingga sedang di wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kota Dumai. Kualitas udara tercatat berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Baca Juga
Lapor ke Prabowo, Kepala BNPB Sampaikan 105 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT
Di Provinsi Jambi, terdapat 20 titik api dengan luas karhutla lebih dari 47 hektar, dan 37 hektar di antaranya telah dipadamkan. Sebanyak 5.984 personel darat bersama empat unit helikopter water bombing yang menjatuhkan 456.000 liter air dikerahkan ke lokasi. Fokus penanganan meliputi enam kabupaten, yaitu Batanghari, Tebo, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi. Sama seperti Kalimantan Selatan, OMC tidak dapat dilaksanakan di Jambi akibat minimnya pertumbuhan awan hujan.
Di Sumatra Selatan, BNPB mendeteksi 26 titik api dengan area terbakar seluas lebih dari 171 hektar. Sebanyak 11.026 personel satgas darat dikerahkan dan berhasil memadamkan lebih dari 45 hektar lahan, dibantu operasi lima unit helikopter water bombing yang menyiramkan 1 juta liter air. Berdasarkan data BMKG mengenai ketiadaan bibit awan, operasi modifikasi cuaca di Sumatra Selatan dihentikan sementara hingga kondisi atmosfer kembali memungkinkan.
Selain enam provinsi prioritas tersebut, penanganan karhutla juga dilakukan di Papua Barat. Di wilayah ini ditemukan 18 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 223 hektar. Satgas darat disiagakan di kawasan Tangguh LNG KKKS BP Berau TLD, sementara dua unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan 369.000 liter air yang berhasil memadamkan 15 hektar lahan. Kualitas udara di Papua Barat terpantau pada kategori sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang berkisar antara 7 hingga 10 kilometer.
