Kemenbud Luncurkan 5 Jilid Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global
JAKARTA, investortrust.id - Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan lima jilid pertama buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global, di kantor Kemenbud, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian peluncuran awal buku yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik pada 14 Desember 2025 lalu yang bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah.
Sejak peluncuran awal tersebut, tim penyusun terus melakukan penyempurnaan terhadap aspek teknis penerbitan untuk memastikan keseluruhan seri buku hadir secara utuh, konsisten, mudah digunakan, dan memiliki kualitas visual yang mendukung kenyamanan pembaca.
Menbud Fadli Zon, menegaskan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global merupakan karya historiografi bangsa yang disempurnakan secara menyeluruh. Karya tersebut, katanya menjadi jawaban atas aspirasi panjang dari para sejarawan dan akademisi, hingga akhirnya menghadirkan pemutakhiran sejarah nasional secara komprehensif.
Baca Juga
Rencana Pemerintah Tulis Ulang Sejarah Indonesia, Puan: Jangan Ada Pengaburan
“Kehadiran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global mengusung misi besar untuk merubah paradigma lama. Sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, nama, tokoh, namun instrumen untuk mengasah nalar kritis, memahami akar persoalan kontemporer, dan memetakan arah masa depan bangsa melalui ruang dialog yang sangat terbuka,” kata Fadli Zon dalam keterannya.
Fadli Zon menjelaskan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global mengedepankan perspektif Indonesia-sentris, yakni penulisan sejarah menggunakan perspektif Indonesia sebagai negara yang telah merdeka. Selain itu, kebaruan buku ini mengintegrasikan temuan dari disertasi, tesis, artikel jurnal, penelitian mutakhir sehingga memperluas cakupan geografis, tematik, kronologis, serta menghadirkan tokoh, wilayah, dan peristiwa yang terpinggirkan.
"Ini menggunakan pendekatan multidisipliner dan mengembangkan teori sosial humaniora, termasuk sejarah lingkungan, gender, memori kolektif, studi poskolonial untuk membaca relasi kuasa, serta konstruksi identitas secara lebih kritis,” katanya.
Kehadiran buku ini merupakan bagian dari upaya Kemenbud memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perjalanan sejarah Indonesia secara lebih luas, kritis, inklusif, dan reflektif. Dikatakan, sejarah tidak hanya dipandang sebagai rekaman masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran untuk memahami identitas bangsa, merawat persatuan, memperkuat kehidupan demokrasi, dan menentukan arah masa depan Indonesia.
“Buku ini adalah highlight perjalanan bangsa,” katanya.
Fadli Zon berharap kehadiran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dapat menjadi pemantik lahirnya karya-karya antitesis baru yang memperkaya khazanah narasi sejarah Nusantara. Buku tersebut dapat dimanfaatkan sebagai cermin untuk refleksi, belajar dari masa lalu, dan memperkokoh langkah Indonesia menuju masa depan yang berdaulat. Dikatakan, buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dapat menjadi inspirasi bagi sejarawan dan periset lain agar melahirkan tulisan baru yang dapat mendukung, mengelaborasi atau bahkan mengkritisi.
Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global terdiri atas sepuluh jilid utama yang disusun secara kronologis dan tematik, serta satu jilid faktaneka. Keseluruhan seri tersebut menggambarkan kesinambungan, perubahan, dan dinamika perjalanan bangsa Indonesia dalam berbagai konteks sejarah, sekaligus menyediakan informasi pendukung bagi pembaca melalui jilid faktaneka.
Buku ini melibatkan 123 pakar yang terdiri atas penulis, editor jilid, dan editor umum dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga non-perguruan tinggi. Para penyusun berasal dari beragam latar belakang keilmuan, antara lain sejarah, arkeologi, filologi, epigrafi, genetika, paleoantropologi, dan bidang terkait lainnya, dengan perspektif yang mencakup berbagai wilayah Indonesia.
Tim editor umum terdiri atas Prof Dr Susanto Zuhdi dari Universitas Indonesia, Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono dari Universitas Diponegoro, dan Prof Dr Jajat Burhanudin dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Lima jilid pertama buku ini membawa pembaca menelusuri perjalanan panjang Nusantara sejak akar peradaban hingga terbentuknya kesadaran kebangsaan.
Jilid I, Akar Peradaban Nusantara. Jilid awal ini mengulas jejak peradaban kepulauan Indonesia jauh sebelum masuknya pengaruh India, Tiongkok, dan Eropa, dengan memanfaatkan perkembangan data arkeologi, genetika, dan paleoantropologi.
Jilid II, Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan Budaya dengan India, Tiongkok, dan Persia. Jilid ini menggambarkan posisi aktif Nusantara sebagai simpul maritim dan ruang pertukaran budaya sejak awal milenium pertama.
Jilid III, Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah. Jilid ini menelusuri proses Islamisasi Nusantara sejak abad ke-7 hingga ke-17 Masehi serta keterhubungannya dengan jaringan maritim global.
Baca Juga
Pimpinan Komisi X Ajak Masyarakat Baca dan Kritisi Buku Baru Sejarah Indonesia
Jilid IV, Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi. Jilid ini membahas hubungan dan dinamika antara kekuatan lokal di Nusantara dengan bangsa-bangsa Barat pada abad ke-16 hingga ke-18.
Jilid V, Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial. Jilid ini menelusuri berbagai transformasi sosial dan politik Nusantara pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, termasuk tumbuhnya kesadaran kebangsaan yang menjadi fondasi bagi Pergerakan Nasional.
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah, Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global juga disediakan dalam format digital yang dapat diakses secara daring melalui laman pustakabudaya.id. Kehadiran versi digital ini diharapkan dapat memperluas jangkauan buku, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, serta masyarakat umum di berbagai wilayah Indonesia.
