Menko Polkam Ingatkan Perwira Siswa Lemdiklat Polri Pentingnya Keteladanan dan Kedisiplinan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memperkuat bangsa. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas, berdisiplin, memiliki keteladanan, serta mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Hal tersebut disampaikan Menko Djamari saat memberikan kuliah umum kepada Serdik Sespimti, Sespimmen, SPPK, dan Sespimma Polri di The Tribrata Convention Center Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).
“Kalau kita ingin memperbaiki organisasi dan bahkan bangsa ini, tentunya titik beratnya adalah kita memperbaiki dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui perbaikan pendidikan,” kata Djamari dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga
Demo 27 Agustus, Menko Polkam Pastikan Pemerintah Jaga dan Kawal Penyampaian Aspirasi
Dalam pengarahannya, Djamari menyoroti pentingnya kualitas tenaga pendidik di lembaga pendidikan. Menurutnya, kemampuan menguasai ilmu harus diikuti kapasitas untuk mentransfer pengetahuan secara efektif kepada peserta didik. Untuk itu, ia mendorong agar perwira-perwira terbaik ditempatkan di lembaga pendidikan dan tetap diberikan kesempatan menduduki jabatan strategis sebagai bagian dari pola pembinaan karier.
“Cara mengatasinya adalah tempatkan perwira-perwira terbaik di lembaga pendidikan,” tegasnya.
Kepada para perwira siswa yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin, Menko Polkam menekankan pentingnya keteladanan dalam menegakkan disiplin. Menurutnya, penegakan disiplin tidak boleh hanya berlaku kepada bawahan, tetapi harus dimulai dari pemimpin. Semakin tinggi pangkat dan jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan contoh dan rela berkorban demi tegaknya disiplin.
“Calon pemimpin yang akan datang harus bisa jadi contoh dalam berdisiplin dan rela berkorban demi tegaknya disiplin di satuannya,” ujarnya.
Menko Djamari juga menekankan pentingnya kerja sama dan soliditas antarlembaga karena tidak ada satu pun institusi yang mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa dengan bekerja sendiri. Dalam konteks politik dan keamanan, sinergisitas TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas serta keutuhan bangsa. Djamari mencontohkan sinergisitas antara Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen Deddy Suryadi.
“Yang saya saksikan, keduanya kompak dan saling mendukung dalam pengamanan unjuk rasa beberapa hari yang lalu. Saya ingin katakan bahwa kalau TNI dan Polri tidak kompak, tidak bersama-sama, tidak mungkin negeri ini bisa tegak dan kokoh,” ungkapnya.
Untuk membangun kerja sama yang kuat, Djamari mengajak seluruh pihak menghilangkan rasa saling curiga dan memperkuat kepercayaan satu sama lain. Ia mengingatkan sejarah kemerdekaan Indonesia membuktikan berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda mampu bersatu untuk memperjuangkan tujuan bersama. Semangat persatuan tersebut harus terus dijaga dan menjadi landasan bagi TNI, Polri, serta seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Baca Juga
Peringati HUT ke-81 RI, Kemenko Polkam Perkuat Persatuan dan Pengabdian
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam turut mengingatkan dampak disinformasi, fitnah, ujaran kebencian, dan berbagai narasi negatif yang terus-menerus diterima generasi muda di ruang digital. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membentuk sikap pesimistis dan mengikis kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri. Untuk itu, Menko Djamari menekankan agar para perwira aktif menguasai ruang digital melalui patroli serta menyampaikan informasi-informasi positif yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Djamari menegaskan pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperkuat persamaan pandangan, kebersamaan, dan orientasi pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara.
“Ingat, tugas apa pun, jabatan apa pun yang kita emban, ujungnya adalah untuk kepentingan kesejahteraan rakyat, negara dan bangsa Indonesia,” tegasnya.
