AI Jadi Ancaman Dunia Pers? Ini Tanggapan Pakar TI
JAKARTA, investortrust.id – Dunia pers tengah menghadapi keadaan cukup genting dengan kehadiran artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Di satu sisi, AI membantu perusahaan pers dalam memproduksi konten. Namun, di sisi lain AI mengancam profesi jurnalis.
Menanggapi hal ini, guru besar Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara (FTI Untar), Prof Lina mengatakan, tidak ada kondisi ideal atau tidak ideal dalam kehadiran digitalisasi informasi. Hal ini mengingat perkembangan digital tak bisa dibendung. Yang terpenting, kata Lina, peran manusia dalam memverifikasi konten yang diproduksi AI.
“Kalau dari sisi teknologinya sendiri apa pun bentuk untuk digitalisasi informasi semuanya bisa diterima, jadi tidak ada kondisi 'yang ini ideal, yang ini tidak ideal'. Tetapi balik lagi apa pun bentuk teknologi yang digunakan itu yang harus memverifikasi kembali adalah manusia. Jadi tidak ada yang ideal karena teknologi selalu berkembang ke depannya,” jelas Lina di auditorium Untar, Jakarta, Rabu (6/3/2024).
Baca Juga
Dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar tetap Untar, Lina mengatakan, generative AI bukanlah musuh manusia. Sebaliknya, Lina menyatakan, AI merupakan alat bantu untuk memperluas kreativitas pekerjaan di masa depan.
“Generative AI bukanlah kisah manusia versus mesin, namun cerita tentang bagaimana manusia berkolaborasi bersama mesin sebagai rekan pendukung di panggung kreativitas yang luas. Generative AI telah berevolusi hingga hampir terasa begitu hidup. Sebagai anak baru di kelas AI, fokus utama generative AI adalah menciptakan konten dan solusi baru yang kreatif,” sebutnya.
Baca Juga
Dia juga menuturkan, teknologi AI saat ini bisa mendorong pekerjaan manusia lebih efisien dan inovatif. Meski demikian, Lina mengingatkan, konten yang dihasilkan AI harus tetap diverifikasi kebenarannya oleh manusia.
“Dalam dunia akademik, Chat-GPT dapat menjadi rekan peneliti, mitra berpikir, copy editor bahkan penghasil ide yang luar biasa. Jika dampak dari penggunaan internet adalah biaya informasi yang turun ke level 0, maka dampak generative AI adalah penurunan biaya kognisi secara signifikan. Yang terpenting adalah penjawab verifikasi kebenaran hasil tetap pada (genggaman) manusia,” tegas Lina. (CR-3)

