Hyundai Akan Jadi Pionir Produsen Baterai EV di Indonesia, Ini Tanggapan Pakar
JAKARTA, Investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pabrik baterai mobil listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat bakal beroperasi pada April 2024.
Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Tetap Universitas Tarumanagara (Untar), Prof Ignatius Roni Setyawan mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang harus dimaksimalkan oleh perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia.
“Saya pikir itu sebuah hal yang bagus, sehingga Hyundai memilih Indonesia sebagai tempat untuk mendirikan pabrik, artinya kita (Indonesia) dipercaya. Ini merupakan sebuah peluang yang besar untuk menumbuhkembangkan perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia di luar Astra,” ujar Roni di Auditorium Kampus I Untar, Jakarta Barat, Rabu (6/3/2024).
Dia menyampaikan, electric vehicle (EV) merupakan produk yang kompleks namun dapat membantu pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memproduksi suku cadang dan material lainnya.
“Mobil itu kan termasuk produk yang sangat complicated. Dari komponen motorik, elektrik kemudian juga desainnya. Produksi suku cadang itu luar biasa karena bisa melibatkan banyak UMKM ikut bergerak di sektor teknologi,” tutur Roni.
Roni juga menekankan, Pemerintah harus terus mendukung industri-industri domestik untuk menstimulan perkembangan produsen di EV. “Siapa yang bisa memulai ini? Tentu kembali pada kebijakan Kementerian. Kalau tidak ada payung hukumnya, tidak bisa dijadikan peluang bagi industri-industri kita,” ucapnya.
Sebagai catatan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi pabrik sel baterai untuk kendaraan listrik senilai US$3,1 miliar atau Rp45,88 triliun (asumsi Kurs Rp15.775/US$), yang terintegrasi dengan proyek Grand Package hulu-hilir baterai.
Fasilitas produksi yang saat ini telah terbangun di Karawang New Industry City (KNIC) merupakan fase I dari dua fase yang telah direncanakan oleh PT HLI Green Power. Pembangunan fase I, menggelontorkan investasi sebesar US$1,1 miliar atau Rp16,28 triliun, dengan kapasitas produksi sebesar 10 Gigawatt hour (GWh). Hingga pertengahan 2023 lalu, perusahaan telah mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.000 orang.
Sementara itu, tahap konstruksi fase II dimulai pada Januari 2024 dan berproduksi komersial pada Maret 2025 dengan kapasitas produksi sebesar 20 GWh. Nilai investasi yang ditanamkan sebesar US$2 miliar atau Rp29,6 triliun dan diperkirakan akan menyerap 2.800 tenaga kerja Indonesia. (CR-3)

