Menhub Sebut 5 Bandara dan Pelabuhan NTT Tetap Beroperasi Normal Pasca Gempa Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Di tengah momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan menjamin dan memastikan akses transportasi bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur tetap berjalan optimal. Konektivitas jalur udara, laut, dan darat terus diupayakan guna mendukung mobilisasi warga serta memperlancar distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta pada Senin, (17/8/2026) menegaskan bahwa kementeriannya akan terus memastikan transportasi menjalankan perannya sebagai penghubung masyarakat sekaligus mendukung penanganan bencana. Transportasi yang tetap optimal dinilai akan menjaga ketahanan dan kekuatan bangsa, khususnya di tengah kondisi tanggap darurat bencana.
“Semangat kemerdekaan bukan hanya kita tunjukkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian dan kerja nyata ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi bencana. Kemenhub terus menjaga agar akses transportasi di Indonesia, khususnya di kawasan bencana dapat tetap berjalan dengan baik,” ujar Menhub Dudy mengutip laman resmi Kemenhub.
Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan asesmen untuk memastikan seluruh fasilitas publik aman digunakan oleh masyarakat.
Baca Juga
Kemenpar Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Kembali Normal Pascagempa NTT
Pada sektor transportasi udara, terdapat lima bandar udara yang dilaporkan terdampak, yakni Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Frans Sales Lega di Ruteng, dan Soa di Bajawa. Kerusakan yang ditemukan meliputi area gedung terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, hingga sejumlah fasilitas pendukung di sisi udara. Meskipun terdapat tingkat kerusakan yang berbeda di setiap lokasi, seluruh layanan operasional bandara dipastikan tetap berjalan dan tidak ada penutupan fasilitas.
Di tengah kondisi tersebut, konektivitas udara terus dipersiapkan untuk mendukung mobilisasi personel, peralatan, hingga pengiriman logistik bantuan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub juga telah menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster agar seluruh bandar udara dapat dioptimalkan untuk mendukung operasi kemanusiaan. Selain itu, penyesuaian layanan navigasi penerbangan turut dilakukan di Labuan Bajo, Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng. Pada lokasi dengan kerusakan gedung menara pemantau, pelayanan navigasi sementara dialihkan dari lokasi yang dinilai aman melalui dukungan rencana kontingensi.
Sementara itu, dampak gempa pada sektor transportasi laut terjadi di Pelabuhan Laurentius Say dan Pelabuhan Reo, serta memicu kerusakan ringan hingga sedang di Pelabuhan Labuan Bajo, Marapokot, Ende, dan Waingapu. Saat ini, pelabuhan di Nusa Tenggara Timur tersebut telah beroperasi normal melayani kapal perintis dan penumpang reguler tanpa adanya permintaan deviasi trayek. Posko-posko juga telah disiagakan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pelayaran.
Untuk sektor transportasi darat, layanan keperintisan angkutan jalan dipastikan telah siap beroperasi kembali. Hal ini seiring dengan pulihnya akses jalan yang sebelumnya terputus akibat longsoran dan kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan.
“Transportasi memiliki peran penting dalam situasi seperti ini, karena bantuan tidak akan sampai kepada masyarakat tanpa adanya jalur yang aman untuk bergerak. Oleh karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, penyelenggara transportasi, dan operator untuk memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada kondisi terbaru di lapangan," kata Menhub Dudy memungkasi keterangannya.

