Prabowo Subianto: 5 Hari Sekali Pemerintah Putuskan Kebijakan Transformatif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan 121 kebijakan selama 663 hari menjabat. Berarti setiap lima hari pemerintah memutuskan kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa.
“Artinya kita bisa mengatakan, kita bisa putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Kebijakan transformatif dibuat untuk mengatasi masalah-masalah negara yang berpuluh-puluh tahun tak bisa diselesaikan," kata Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI-DPD, dan Rapat Paripurna DPR tentang RAPBN 2027, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menjelaskan, akibat kerja ekstra dan banyaknya kebijakan yang dibuat, menteri-menteri Kabinet Merah Putih mengalami kelelahan dan masuk rumah sakit. “Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapekan. Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi banyak waktu istirahat untuk mereka,” ujar Presiden.
Baca Juga
Anggota Komisi XI DPR Ingin Presiden Tegaskan Komitmen Pasal 27 UUD 1945
Meski begitu, menurut Prabowo, para menteri dan para pembantunya tak mendapatkan hal itu karena mereka terus bekerja, termasuk pada hari libur (tanggal merah). “Dan mereka menjawab ‘janji tinggal janji’,” tutur dia.
Prabowo menegaskan, pekerjaan yang keras ini dilakukan untuk membuktikan pemerintahan yang dia pimpin. “Yang ingin saya sampaikan, kita menerima amanah itu dengan penuh kehormatan. Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita. Karena itu, kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya, kita akan habis-habisan untuk rakyat dan bangsa kita,” tandas dia.
Baca Juga
Disambut Muzani dan Sultan Najamudin, Prabowo Tiba di Gedung DPR/MPR
Prabowo menjelaskan, selama 21 bulan dirinya menjabat, terdapat empat pedoman utama dalam bekerja. Pertama, bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah UUD 1945. Kedua, bekerja menjaga menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital, the core and vital national interest.
“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.
Ketiga, kata Presiden Prabowo, bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Keempat, dalam bekerja, pemerintah berorientasi pada kepentingan rakyat, anak-anak, cucu-cucu mereka.

