Dirgayuza: Sekolah Rakyat Wujud Nyata Negara Memutus Rantai Kemiskinan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pembangunan dan pengoperasian Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah paling strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus mewujudkan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hingga kini sebanyak 19 Sekolah Rakyat permanen telah beroperasi, disusul 65 sekolah permanen lainnya yang juga telah selesai dibangun dan mulai beroperasi. Kehadiran sekolah-sekolah tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Sering kali perhatian publik hanya tertuju pada dinamika politik dan ekonomi. Padahal, perubahan besar sedang berlangsung melalui Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga paling rentan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengubah masa depannya,” ujar Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Minggu (02/08/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA yang diperuntukkan bagi anak-anak dari 20% keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah atau kelompok desil 1 dan desil 2. Seluruh kebutuhan pendidikan dan pengasuhan peserta didik dipenuhi negara sehingga mereka dapat belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.
Menurut Dirgayuza, banyak peserta didik Sekolah Rakyat sebelumnya hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, mulai dari tinggal di kolong jembatan, pinggir jalan, gerobak, gubuk sederhana, rumah tidak layak huni, hingga lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Kini mereka memperoleh tempat tinggal yang layak di lingkungan sekolah berasrama, mendapatkan makanan bergizi tiga kali sehari, seragam, pendidikan formal, serta pembinaan dan pengasuhan di luar jam pelajaran.
Di saat yang sama, keluarga para siswa juga tetap memperoleh berbagai program perlindungan sosial pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya. Menurut Dirgayuza, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menyelamatkan masa depan anak, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan MBG, Sekolah Rakyat, hingga Danantara Investasi Masa Depan Indonesia
“Presiden Prabowo memandang kemiskinan tidak cukup ditangani dengan bantuan sosial semata. Yang lebih penting adalah membangun jalan keluar yang permanen melalui pendidikan berkualitas sehingga anak-anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Dirgayuza menambahkan, Sekolah Rakyat merupakan implementasi konkret amanat Pasal 34 UUD 1945 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara serta negara berkewajiban mengembangkan sistem jaminan sosial dan memberdayakan masyarakat yang lemah sesuai dengan martabat kemanusiaan.
Ia berharap program tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga oleh kemampuan negara memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
