Banggakan Sekolah Rakyat, Cak Imin: Solusi Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menekankan pemerintah akan terus bergerak memastikan semua anak dengan latar belakang kemiskinan ekstrem dapat bersekolah. Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di masa mendatang.
Cak Imin mengungkap, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terdapat 5.360.654 anak usia sekolah dari keluarga miskin ekstrem.
“Dari seluruh anak usia sekolah di keluarga miskin ekstrem, sebanyak 422.616 di antaranya putus sekolah atau tidak bersekolah ,” katanya saat menghadiri rapat tingkat menteri (RTM) di kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Ia memastikan Kemenko PM akan mengorkestrasikan kementerian/lembaga terkait agar seluruh anak-anak dari keluarga miskin ekstrem mendapat akses pendidikan. Dijelaskannya, akses pendidikan berkualitas menjadi salah satu kunci pemberdayaan yang membuka peluang kehidupan ekonomi lebih sejahtera bagi keluarga miskin ekstrem.
Ia meyakini dengan tingkat pendidikan yang lebih baik, anak-anak dari keluarga miskin ekstrem bisa memiliki harapan masa depan yang terjamin, berdaya, dan pada akhirnya memutus warisan kemiskinan di keluarganya. Dalam hal itu ia optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem.
“Inilah keadaan yang terus akan menjadi perhatian kita agar melalui Sekolah Rakyat, melalui program-program yang lain, kita bisa membawa bangsa kita memutus mata rantai kemiskinan,” ujar dia.
Senada, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengamini upaya Cak Imin mempercepat pengentasan kemiskinan melalui fasilitas pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Amalia menyatakan upaya tersebut selaras dengan temuan BPS yang menyatakan bahwa tingginya tingkat pendidikan akan memperbaiki kualitas kesejahteraan.
Baca Juga
Menteri PU Minta Tambahan Anggaran Rp 12,5 Triliun untuk Irigasi dan Sekolah Rakyat
“Data BPS juga mengatakan: semakin tinggi tingkat pendidikan kepala keluarga, semakin sejahtera rumah tangga tersebut,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Adapun Sekolah Rakyat merupakan program yang menjadi amanat Presiden Prabowo melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2025 sebagai salah satu instrumen utama optimalisasi penghapusan kemiskinan ekstrem.
Penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat dilakukan berbasis verifikasi DTSEN yang menyasar khusus anak-anak dari keluarga miskin, bukan melalui pendaftaran terbuka. Hal ini agar seluruh peserta didik yang mengikuti Sekolah Rakyat tepat sasaran sesuai tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan.
100 Sekolah Rakyat Beroperasi Penuh Awal Agustus
Pada kesempatan tersebut Cak Imin menyatakan sebanyak 100 Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi penuh pada awal bulan Agustus nanti sebagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, pelaksanaan program Sekolah Rakyat merupakan implementasi perintah Presiden Prabowo Subianto dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Insyaallah pada awal Agustus nanti, tuntas 100 Sekolah Rakyat sudah beroperasional penuh sebagai sekolah rintisan,” ungkap Cak Imin.

