Sentil Teori Neolib Soal 'Kekayaan Menetes ke Rakyat', Prabowo: Kalian Percaya?
JAKARTA, investortrust.id — Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya terhadap teori ekonomi neoliberal (neolib) yang mengasumsikan bahwa kekayaan dari kelompok elit akan otomatis menetes ke masyarakat kelas bawah (trickle-down effect).
Kritik tajam tersebut disampaikan Kepala Negara di hadapan ribuan penggerak ekonomi kerakyatan dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Presiden menilai paham neoliberal cenderung menyalahkan masyarakat miskin atas kondisi ekonomi mereka, serta membiarkan perputaran kekayaan hanya dikuasai oleh sebagian kecil pihak.
"Paham neolib itu mengatakan biarlah yang kaya hanya 1 persen. Kalau mereka kaya, nanti lama-lama kekayaannya akan menetes ke bawah, trickle down effect. Saya tanya, kalian percaya nggak akan netes ke bawah? Kalian percaya atau tidak akan menetes ke bawah?," tanya Presiden Prabowo yang langsung dijawab riuh oleh para hadirin.
Baca Juga
Prabowo menegaskan negara-negara Barat yang menginisiasi paham tersebut, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan kawasan Eropa Barat, saat ini justru sudah mulai meninggalkan sistem neoliberalisme. Namun, ia menyayangkan masih ada segelintir akademisi atau pengamat di dalam negeri yang masih mengagung-agungkan teori ekonomi tersebut.
Berangkat dari hal itu, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ekonomi nasional langsung dari akarnya, bukan sekadar mengandalkan efek rembesan ekonomi. Penguatan ekonomi domestik melalui gerakan koperasi dinilai menjadi langkah esensial untuk membalikkan arus kesejahteraan agar langsung menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput, sejalan dengan amanat para pendiri bangsa.
"Tidak ada dan pemimpin Barat sekarang sudah mengakui, mereka sudah meninggalkan neolib. Mereka yang meninggalkan, Amerika, Inggris, Eropa Barat sudah tinggalkan. Hanya di kita, saya tidak tahu ada orang-orang pintar yang entah terlalu pinter atau apa saya tidak mengerti," ungkap Prabowo.
Prabowo dalam kesempatan itu secara lantang menyebut koperasi sebagai senjata utama bagi masyarakat kecil untuk berdaya secara ekonomi. Kepala Negara menegaskan wadah ini didesain khusus untuk menghimpun kekuatan ekonomi dari kalangan bawah agar mampu mandiri dan bersaing.
Baca Juga
Presiden mengibaratkan para penggerak ekonomi kecil seperti sebatang lidi yang rapuh, namun menjelma menjadi kekuatan yang tidak terhentikan ketika disatukan dalam sebuah gerakan koperasi.
"Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan," ujar Prabowo.
Berangkat dari filosofi sapu lidi tersebut, Presiden berkomitmen untuk merombak total struktur perekonomian nasional dengan memperkuat pondasi dari tingkat paling bawah. Langkah konkret ini diambil demi menyudahi fenomena tersedotnya kekayaan daerah ke pusat atau ke luar negeri yang selama ini kerap terjadi.
