Prabowo Sambut Baik Kerja Sama RI-India Restorasi Candi Prambanan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyambut baik kerja sama Indonesia dan India dalam restorasi dan konservasi Candi Prambanan. Hal ini mengingat Candi Prambanan merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang ditetapkan sejak 1991.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi seusai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
"Dalam kaitan tersebut, kami menyambut baik restorasi dan konservasi kompleks Candi Prambanan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO," kata
Baca Juga
Prabowo Dampingi PM Modi Kunjungi DPR, Perkuat Diplomasi RI-India hingga Tingkat Legislatif
Prabowo juga menyambut penetapan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara bagi diplomasi budaya dan pendidikan Indonesia–India. Momentum tersebut sekaligus menandai 100 tahun pertemuan bersejarah antara penyair dan filsuf India Rabindranath Tagore dengan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara
Kepala Negara mengatakan, berbagai kerja sama tersebut menunjukkan kedekatan Indonesia dan India yang sudah terjalin sejak lama melalui ikatan peradaban antarbangsa.
"Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan ikatan peradaban yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, PM Modi mengungkapkan rencananya untuk mengunjungi Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026) besok. PM Modi akan didampingi Presiden Prabowo.
"Besok saya akan meresmikan bersama dengan Presiden Prabowo melalui konservasi Candi Prambanan di Yogyakarta," katanya.
Modi mengatakan, Candi Prambanan yang berusia lebih dari 1.000 tahun merupakan simbol dari keterkaitan budaya antara Indonesia dan India.
"Kedua negara kita juga akan merayakan dengan sangat antusias dunia menggunakan penjelajahan bersejarah," katanya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan, rencana restorasi dan konservasi Candi Prambanan telah disampaikan PM Modi sejak 1,5 tahun lalu.
"Sekarang, besok ya beliau (PM Modi) akan melihat langsung ke Candi Prambanan," katanya.
Dikatakan, terdapat bagian dari Candi Prambanan yang memang yang merupakan candi-candi Perwara atau candi kecil yang mengelilingi candi besar yang belum direvitalisasi. Dari sekitar 200 candi Perwarta, baru enam candi yang telah direvitalisasi. Untuk itu, Fadli Zon menyatakan, Indonesia menyambut rencana India merevitalisasi Candi Prambanan.
"Jadi kita tentu menyambut baik ya keinginan dari pihak India juga untuk mendukung kita merevitalisasi candi-candi Hindu, dalam hal ini khususnya adalah Candi Prambanan," katanya.
Baca Juga
Prabowo Dukung Pendirian Kampus Manajemen dan Teknologi India di Indonesia
Fadli Zon belum dapat mengungkap kebutuhan anggaran terkait restorasi Candi Prambanan. Dikatakan, India dan pihak Indonesia sedang mengkaji mengenai hal tersebut. Namun, Fadli Zon menyebut anggaran yang dibutuhkan cukup besar mengingat Candi Prambanan telah berusia lebih dari 1.000 tahun.
"Ya memang cukup besar. Tapi kita belum tahu angka-angkanya, masih terus kita kaji terutama ketersediaan nanti batu-batu dan ukiran-ukiran yang ada. Karena ini kan sudah lebih dari 1.000 tahun dari abad ke-9 ya, dan tentu dengan expertise juga dari mereka terhadap candi Hindu, saya kira ini akan membantu kita untuk mempercepat proses revitalisasi. Kita inginnya, harapannya cepat," katanya.
