Kepala BRIN: Satelit Buatan Indonesia Siap Meluncur Awal 2027, Fokus Ketahanan Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria menargetkan peluncuran satelit mikro terbaru buatan Indonesia pada Januari 2027. Satelit tersebut akan diluncurkan dari India dan difungsikan untuk mendukung ketahanan pangan serta pemantauan lingkungan.
Arif Satria mengatakan, satelit tersebut merupakan hasil desain dan produksi BRIN. Peluncuran menjadi bagian dari penguatan kerja sama antariksa Indonesia dan India. "Kita akan launching satelit yang diproduksi oleh BRIN di India, insyaallah awal Januari 2027, yaitu satelit buatan BRIN," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga
Kemenkomdigi: Kombinasi Satelit dan Fiber Mampu Pangkas Blank Spot di Daerah 3T
Menurut Arif, satelit mikro tersebut akan dimanfaatkan untuk memantau produksi pangan, kondisi lingkungan, hingga pengelolaan sumber daya alam melalui teknologi citra satelit. Kehadirannya menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian teknologi nasional.
"Satelit untuk ketahanan pangan, untuk monitoring lingkungan, dan tentu berbagai keperluan terkait dengan citra satelit. Jadi, saya kira ini suatu kemajuan karena kita sudah bisa memproduksi satelit sendiri," tandas dia.
Arif Satria menjelaskan, mayoritas proses pengembangan satelit dilakukan oleh peneliti BRIN. Satelit yang akan diluncurkan pada 2027 merupakan versi terbaru dari mikrosatelit yang telah berhasil ditempatkan di orbit.
"Mayoritas (pengembangannya) dari BRIN ya, dalam bentuk desain dan produksi BRIN. Sebenarnya beberapa satelit produksi BRIN sudah ada di orbit, tapi untuk yang 2027 ini akan launching satelit dengan versi terbaru," tutur dia.
Baca Juga
BRIN Gandeng Badan Antariksa India Bangun Bandara Antariksa di Biak, Implementasi Dimulai 2027
Ia menambahkan, satelit tersebut mulai dikembangkan sejak tahun lalu dan diselesaikan dalam waktu sekitar satu tahun. Nama satelit masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
Setelah bandara antariksa Indonesia beroperasi, kata Arif Satria, BRIN berharap peluncuran satelit nasional tidak lagi dilakukan dari luar negeri. “Langkah tersebut menjadi bagian upaya memperkuat kemandirian Indonesia di sektor Antariksa, sekaligus mendukung percepatan space economy, space defense, dan space sustainability,” tegas dia.
