Respons Pimpinan BGN soal Anggaran MBG Turun Jadi Rp 174 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Kepala BGN Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari enggan memberikan tanggapan mengenai keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menurunkan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) menjadi Rp174 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp 268 triliun. Respons itu disampaikan Agustina seusai menghadiri audiensi dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Agustina memilih untuk fokus membahas tindak lanjut rekomendasi KPK terkait perbaikan tata kelola program MBG.
Baca Juga
Ketua Banggar DPR Pastikan Anggaran MBG 2027 Turun 35,07%, Jadi Rp 174 Triliun
"Soal itu nanti dulu ya. Karena agenda kita hari ini mengenai dengan KPK. Soal anggaran dan sebagainya nanti biar momennya pas. Sekarang agenda kami adalah bagaimana menindaklanjuti kajian yang sudah disampaikan oleh KPK," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, BGN menyerahkan rencana aksi sebagai tindak lanjut atas 10 rekomendasi KPK yang disampaikan melalui kajian pada Maret 2026. Rencana aksi tersebut mencakup sejumlah langkah perbaikan.
Poin-poin rencana aksi, di antaranya penyempurnaan data penerima manfaat, perbaikan mekanisme pembayaran, serta penguatan tata kelola agar pelaksanaan program MBG lebih tepat sasaran dan meminimalkan potensi kebocoran anggaran.
Diberitakan, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah memastikan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) akan turun pada 2027. Penurunan anggaran MBG mencapai 35,07% dari pagu anggaran MBG 2026 yang sebesar Rp 268 triliun atau menjadi Rp 174 triliun.
“Kalau dari Rp 268 triliun ke Rp 174 triliun ya tinggi,” kata Said, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta dikutip Selasa (7/7/2026).
Said mengatakan, kebutuhan MBG terbesar di 21.000 titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG. Jumlah SPPG ini telah dipangkas dari total target sebaran sebanyak 27.000 titik SPPG.
Baca Juga
Hasil Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya: Saya Maunya Sampai Rp 0, Tapi Nggak Bisa
Dari jumlah titik SPPG tersebut, parlemen ingin pemerintah memfokuskan anggaran untuk melayani 84 juta siswa. Dengan anggaran di luar anggaran pendidikan dan kesehatan, anggaran MBG diperkirakan hanya mencapai Rp 174 triliun.
