Menkeu: Beasiswa LPDP Diarahkan untuk STEM dan Industri Strategis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke depan diarahkan untuk pengembangan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) dan industri strategis.
Beberapa keilmuan yang ditargetkan di antaranya pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan.
“Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan. Karena itu, investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN,” kata Purbaya dalam diskusi di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026), sebagaimana rilis yang disampaikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga
Purbaya mengatakan, talenta merupakan inti dari transformasi ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan STEM perlu dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi guna meningkatkan produktivitas, daya saing, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen itu, menurut Menkeu, tecermin dalam APBN 2026 melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp 769,1 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan, revitalisasi sekolah, mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperkuat pembiayaan beasiswa melalui LPDP.
“APBN bukan hanya instrumen pengelolaan keuangan negara, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia,” tegas dia.
Baca Juga
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kata Purbaya, pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter agar APBN mampu menjalankan fungsinya sebagai peredam kejut (shock absorber), menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, serta menciptakan ruang fiskal yang memadai untuk mendukung pembangunan manusia dan agenda transformasi ekonomi.
Menurut Purbaya, Indonesia tetap memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Kinerja pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, dan rasio utang pemerintah berada pada level yang terjaga dibandingkan sejumlah negara lain.
“Kondisi tersebut mencerminkan pengelolaan fiskal yang prudent, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian nasional,” tutur dia.
