Menko Zulhas Minta BGN Tata Ulang Program MBG dalam Sebulan
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang kerap disapa Zulhas meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan menyeluruh terhadap program makan bergizi gratis (MBG) dalam waktu satu bulan ke depan.
Menko Zulhas mengatakan program MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tujuannya baik dan penting bagi masyarakat. Namun, dalam implementasinya ditemukan sejumlah masalah yang memerlukan perbaikan segera oleh manajemen baru BGN.
"Program MBG kebijakan utama Bapak Presiden yang sangat bagus, sangat baik, tetapi dalam melaksanakannya terjadi masalah-masalah yang sudah lama menjadi perbincangan. Oleh karena itu perlu waktu penataan," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga
Menurut Zulhas, selama masa penataan tersebut pemerintah akan fokus membenahi berbagai temuan yang muncul, termasuk dugaan praktik jual beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG, pembengkakan jumlah titik dapur, perubahan petunjuk teknis, hingga persoalan tata kelola di lapangan.
Untuk itu, Ketua Umum PAN tersebut menegaskan pemerintah tidak akan melakukan penambahan titik maupun ekspansi baru program MBG sebelum proses pembenahan selesai dilakukan.
"Yang sekarang kita tata dulu sampai bagus, sampai temuan-temuan itu bisa diselesaikan," terang Menko Zulhas.
Selain membenahi tata kelola, pemerintah juga akan meninjau ulang penerima manfaat program agar lebih tepat sasaran. Menurut Zulhas, evaluasi diperlukan untuk memastikan kelompok yang paling membutuhkan mendapatkan prioritas, terutama masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga
Gerindra Tegaskan Tak Ada Instruksi ke Kader untuk Kelola Dapur MBG
Selain itu, pemerintah juga akan menjadikan kualitas SPPG sebagai salah satu fokus utama selama masa penataan. Evaluasi mencakup aspek keamanan pangan, kebersihan, kelengkapan peralatan, serta standar operasional yang harus dipenuhi oleh setiap dapur MBG.
"Karena kita tidak ada zero tolerance terhadap keamanan pangan ini. Walaupun satu, enggak boleh lagi ada yang keracunan, gitu ya. Oleh karena itu, akan fokus ke sini dalam 1 bulan ini," tegasnya.

