Prabowo Sebut Indonesia Disukai Banyak Negara: Kalau Trump Undang, Berani Saya Enggak Datang?
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia saat ini menjadi negara yang disukai banyak negara. Hal ini karena Indonesia memegang teguh politik luar negeri bebas aktif dan non-blok. Indonesia juga dikenal sebagai negara yang tidak ingin memiliki musuh.
Demikian disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat pembukaan Munas Hipmi di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
"Kita sebagai negara yang disukai oleh banyak negara. Indonesia sekarang disukai. Indonesia dicari karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh," kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Alasan Ngotot Jadi Presiden: Indonesia Salah Arah Sejak 1990-an
Mulanya, Prabowo menjawab kritik yang menyebutnya sering kunjungan ke luar negeri. Kepala Negara menekankan, dinamika dan ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini membuatnya harus membangun komunikasi dengan banyak negara.
"Sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau kita tidak tahu kawan siapa lawan siapa," katanya.
Kepala Negara mengaku merasa beruntung dengan warisan para pendiri bangsa yang menetapkan politik luar negeri Indoesia bebas aktif dan non-blok. Dengan berpegang teguh pada garis politik tersebut, Indonesia dapat bersahabat dengan semua kekuatan dan tidak ingin terlibat dalam pakta militer mana pun.
"Karena itu begitu saya menerima mandat sebagai presiden saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non align, politik non-blok, politik bebas aktif. Seribu kawan terlalu sedikit satu lawan terlalu banyak ini adalah garis yang saya tempuh," katanya.
Dengan memegang teguh garis politik itu, Prabowo mengaku dapat berhubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin maupun dengan Presiden AS Donald Trump. Untuk itu, Prabowo tak masalah dengan kritik yang ditujukan kepadanya karena meyakini langkah tersebut merupakan yang terbaik untuk bangsa dan rakyat Indonesia.
"Sekarang, saya baik sama Presiden Putin, tetapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan, tetapi enggak masalah. Suadara-saudara noise selalu ada. Yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin, saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," katanya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo bertanya balik kepada para pihak yang mengkritiknya karena kunjungan ke luar negeri. Prabowo bertanya konsekuensi yang diterima Indonesia jika dirinya sebagai presiden RI tidak memenuhi undangan negara super power, seperti Amerika Serikat.
"Sekarang saya tanya kepada-saudara, ya, kan ada ada yang sok lebih pintar dari segala-galanya ya sudah, bayangkan saya Presiden Indonesia saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia, sekarang kalau ada negara super power katakanlah Presiden Trump, mengundang saya ke Amerika, berani saya enggak datang? Hah? Kalau Presiden Amerika Serikat mengundang dan Presiden Indonesia enggak hadir, hah, coba saja," katanya.
Dengan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok yang dianut Indonesia, Prabowo menyatakan tidak bisa menghadiri undangan Trump, tetapi mengabaikan undangan Putin.
"Sudah Presiden Amerika undang, Presiden Rusia undang juga. Gue nongol di Washington, gue enggak nongol di Moskow. Enggak bisa saudara-saudara," katanya.
"Habis itu, diundang lagi oleh Presiden Xi Jinping, ya gue hadir boleh enggak. Diundang lagi oleh India. India 1,4 miliar orang, pasarnya besar, teknologi nya hebat. Brazil sama," katanya menambahkan.
Baca Juga
Prabowo Heran Ibu-Ibu Dicekik Bunga Pinjaman 24%, Pengusaha Besar Hanya 9%
Menurutnya, hal itu merupakan risiko Indonesia sebagai negara yang memilih bersahabat dengan semua negara. Apalagi, Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN, anggota OKI, BRICS, dan G-20.
"Kalau diundang kita enggak hadir, ya ini saya mau cerita sama saudara-saudara. Untuk membela kepentingan rakyat memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah. Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik. Kita ingin menjadi tetangga yang baik kepada semua negara sekitar kita dan negara yang lain di dunia," jelasnya.
Sdr2 kemarin saya, 2 hari, 3 hari ini saya menerima 18 dubes, hampir semuanya menyampaikan undangan dari presiden dan Perdana Menteri masing2 kami berharap presiden indonesia dapat berkunjung ke negara kami.
Bayangkan 18 negara itu, terbangnya udah klenger aku.

