KPK OTT 5 ASN BPK, Terkait Kasus Bupati Muara Enim
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) sejak Selasa (9/6/2026) malam. OTT itu masih berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Muara Enim Edison yang dibekuk KPK dalam OTT beberapa waktu lalu.
Dalam OTT kali ini, KPK membekuk sejumlah pihak, termasuk lima aparatur sipil negara Badan Pemeriksa Keuangan (ASN BPK).
"Lima orang ini merupakan ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan.,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga
KPK Sita Uang Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Muara Enim Edison
Budi menyebut secara total terdapat 11 orang yang dibekuk dalam OTT kali ini, termasuk lima ASN BPK. Sementara enam orang lainnya merupakan para pihak yang sebelumnya diamankan KPK dalam OTT Bupati Muara Enim.
Kelima ASN BPK itu dibekuk lantaran diduga menerima suap terkait temuan BPK dalam pengadaan televisi di Pemkab Muara Enim.
“Dugaan pemberian ini berkaitan dengan temuan BPK dalam pengadaan salah satunya adalah Smart TV yang kemarin sudah kita jelaskan dalam konstruksi perkara Muara Enim,” katanya.
Budi menekankan, saat ini, kelima ASN BPK dan enam orang lainnya yang diamankan tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif. Namun, KPK telah meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Peningkatan status penanganan perkara itu dilakukan KPK melalui gelar perkara.
“Penyidik akan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap di Pemkab Muara Enim Sumatera Selatan kepada oknum-oknum di Badan Pemeriksa Keuangan.” katanya.
Baca Juga
KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Edison sebagai Tersangka Suap Proyek
Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang, termasuk Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Pemkab Muara Enim. Sementara, tiga orang tersangka lainnya yang dijerat KPK, yakni Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, pihak swasta yang merupakan keponakan bupati, Adi Triadi, dan pihak dari PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

