Besok, Prabowo Bakal Bertemu para Pengusaha Minyak di IPA Convex 2026
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan Presiden Prabowo Subianto diagendakan menghadiri pembukaan The 50th IPA Convex 2026 pada Rabu (20/5/2026) besok. Forum energi terbesar di Asia Tenggara itu diketahui digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten hingga Jumat (22/5/2026).
"Untuk kegiatan besok, Presiden itu akan menghadiri pameran ya, para pengusaha-pengusaha minyak, Indonesia Petroleum Association," ujar Dudung di KSP, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga
Industri Migas RI Hadapi Era Baru, IPA Convex 2026 Angkat Isu Kemitraan
Dudung menjelaskan, IPA Convex 2026 bakal dihadiri oleh para pengusaha minyak nasional hingga internasional. Menurutnya, acara tersebut semacam ulang tahun IPA.
"Jadi, banyak pengusaha-pengusaha minyak ya di ASEAN yang akan hadir. Ini kan hanya semacam ulang tahunlah seperti itu yang nanti akan dihadiri oleh Bapak Presiden," kata dia.
Sebelum menghadiri IPA-Convex 2026, pada pagi harinya, Prabowo diagendakan menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR di Gedung Nusantara, Jakarta.
"Kemudian untuk kegiatan yang di DPR itu akan dengar pendapat dengan DPR membicarakan masalah perkembangan ekonomi saat ini," kata Dudung.
DPR telah menerbitkan agenda untuk rapat paripurna besok. Berikut daftar agendanya:
Baca Juga
Prabowo Bakal Pidato di DPR, Mensesneg: Hari Kebangkitan Nasional Momentum Satukan Kekuatan Bangsa
1. Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 oleh pemerintah.
2. Laporan Badan Legislasi DPR RI atas Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026, dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan.
3. Pendapat Fraksi-Fraksi atas Rancangan Undang-Undang Usul Inisiatif Komisi III tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan menjadi RUU Usul DPR RI.

