IPA Gelar Convex Ke-48 untuk Dorong Kebangkitan Industri Migas Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Indonesian Petroleum Association (IPA) akan menggelar konvensi dan pameran (IPA Convex) ke-48 tahun ini dengan mengusung tema Gaining Momentum to Advance Sustainable Energy Security in Indonesia and the Region (Meraih Momentum untuk Memajukan Ketahanan Energi Berkelanjutan di Indonesia dan Kawasan).
Direktur IPA, Greg Holman menyebutkan, tema tersebut menggambarkan peran penting industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia dalam memastikan ketersediaan energi di era transisi energi, serta potensi Indonesia terhadap negara lain di kawasan regional.
Baca Juga
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pertamina – ENI Teken MoU Kerja Sama Pengelolaan Hulu Migas
“Indonesia tengah mengalami momentum kebangkitan dengan penemuan-penemuan sumber daya gas bumi raksasa akhir tahun lalu, sehingga memicu harapan atas peningkatan produksi migas dan ketahanan energi nasional dan menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi global,” kata Greg dalam konferensi pers Road to IPA Convex 2024 di Jakarta, Selasa (7/5/2024).
Greg menekankan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk kembali menarik investasi migas ke Indonesia. Pasalnya, pemerintah juga semakin masif mendukung pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di Indonesia dengan mengeluarkan regulasi tentang CCS/CCUS.
“Dukungan pemerintah kepada CCS/CCUS di Indonesia membuka peluang bisnis baru di bidang tersebut dan menjadikan Indonesia sebagai CCS hub di Asia,” ujar dia.
Baca Juga
Produksi Minyak RI Sulit Digenjot, Dirjen Migas Ungkap Penyebabnya
Gelaran IPA Convex ke-48, menurut Greg Holman, akan berlangsung pada 14-16 Mei 2024 di ICE BSD City, Tangerang. Konvensi ini diharapkan menghasilkan masukan bagi pemerintah dalam memaksimalkan sektor migas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kegiatan itu juga diharapkan turut membantu pemerintah memenuhi target pengurangan emisi karbon. Indonesia memiliki target besar untuk bisa mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

