Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto merespons melemahnya nilai tukar rupiah hingga sempat menyentuh level Rp 17.600 per US$. Respons itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/6/2026).
Mulanya, Prabowo mengaku heran dengan munculnya narasi Indonesia akan colapse dan chaos. Termasuk mengenai isu-isu terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Baca Juga
Puji Danantara Kelola Aset US$ 1.000 Miliar, Prabowo: Peringkat 6 Terbesar Dunia
"Sekarang ada yang selalu entah apa, saya enggak mengerti, sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos akan apa, ya kan rupiah begini, rupiah begini dolar begini," kata Prabowo.
Prabowo membantah narasi tersebut. Ditegaskan, rakyat di desa tidak menggunakan dolar sebagai alat pembayaran. Selain itu, kata Prabowo, ketahanan pangan dan energi Indonesia dalam kondisi yang aman.
"Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, ya kan. Pangan aman, energi aman," katanya.
Dikatakan, dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu saat ini, banyak negara yang mulai panik. Namun, Prabowo menegaskan, Indonesia saat ini masih aman.
"Ya banyak negara panik, Indonesia masih oke," katanya.
Baca Juga
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan, Indonesia tetap berpegang teguh pada politik luar negeri bebas aktif. Untuk itu, Indonesia tidak mau memiliki musuh dengan negara mana pun.
"Budaya Indonesia kita hormat dan kita tidak mau ada musuh, makanya saya canangkan begitu saya jadi presiden, politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif non-blok dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik," katanya.

