Di Depan Prabowo, Zulhas Sebut Indonesia Surplus Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengklaim, Indonesia mencatat surplus beras di tengah tekanan pangan global. Ia menyebut capaian itu terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan mengatakan produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton. Data tersebut, kata dia, berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan).
“Kita tahun 2025 surplus beras kerja kerasnya Pak Mentan dan teman-teman. Produksinya 34,69 juta ton,” ujar Zulhas dalam peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga
Beras Kualitas Bawah Naik, Daging Ayam dan Telur Turun Tajam
Ia juga menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 5,3 juta ton berdasarkan data Bulog. Menurutnya, angka itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia.
Ketua Umum PAN itu mengatakan, capaian tersebut diraih saat banyak negara menghadapi kesulitan pangan dan pupuk. Pemerintah, lanjut dia, justru memberikan diskon pupuk sebesar 20% untuk petani.
“Dunia menghadapi kesulitan pupuk, perintah Bapak Presiden pupuk kita diskon 20%,” katanya.
Ia menambahkan Indonesia bahkan masih mampu mengekspor pupuk ke sejumlah negara.
Selain pangan, pemerintah juga mengklaim berhasil menjaga stabilitas harga bahan pokok selama dua kali momentum besar hari raya. Zulhas menyebut harga sembako tetap stabil saat Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stok beras nasional yang dikelola perusahaan saat ini telah mencapai angka 5,23 juta ton. Jumlah yang melimpah tersebut dipastikan mampu menjaga ketahanan pangan Indonesia secara aman hingga tahun depan.
Baca Juga
BPS: Harga Beras April 2026 Naik di Level Penggilingan hingga Eceran
Berdasarkan data terkini hingga awal Mei 2026, Bulog juga menunjukkan performa signifikan dalam penyerapan gabah petani lokal yang telah mencapai 2,4 juta ton setara beras. Angka penyerapan ini merupakan bagian dari target nasional sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun 2026.
Melalui penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari hasil produksi dalam negeri, pemerintah berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas pasokan serta mendukung kesejahteraan petani di seluruh tanah air.

