Menkomdigi Ungkap Jurus Prabowo Penuhi Konektivitas Internet di Wilayah 3T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Presiden Prabowo Subianto disebut juga memberi perhatian khusus terhadap penguatan konektivitas di daerah perbatasan dan pelosok Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid mengatakan, langkah cepat sudah dilakukan pemerintah di Pulau Miangas akhir pekan lalu. Bantuan penguatan sinyal bahkan telah diberikan untuk seluruh kepala keluarga di wilayah tersebut.
“Ya, jadi beliau (Prabowo) kan kemarin langsung menurunkan bantuan berupa penguatan sinyal di Miangas untuk seluruh KK yang ada di Miangas. Ini menunjukkan perhatian Bapak Presiden terhadap konektivitas khususnya di daerah terluar di Indonesia,” ujar Meutya saat ditemui awak media di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca Juga
Telkom Group Borong 3 Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Perkuat Akses hingga Wilayah 3T
Menurutnya, pemerintah saat ini akan terus membangun infrastruktur digital hingga daerah yang masih mengalami blind spot internet. Upaya itu pun dilakukan dengan melibatkan industri satelit dan teknologi karya anak bangsa.
Ia menilai inisiatif PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perangkat Cerdiq dapat menjadi salah satu solusi memperluas akses internet nasional. Teknologi tersebut dinilai mampu mendukung layanan konektivitas hingga ke pelosok daerah.
“Jadi kita akan terus membangun, dan kemudian inisiasi seperti yang dilakukan PSN dan melalui Cerdiq ini juga saya rasa apa salah satu opsi karya dalam negeri yang nanti bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan non-Indonesia untuk memberikan layanan konektivitas hingga ke pelosok daerah,” jelas Meutya.
Baca Juga
Digital Realty Bersama dan APJATEL Perkuat Akselerasi Konektivitas Digital Indonesia
Sebelumnya, PSN resmi mengantongi izin operasional Satelit Nusantara Lima dari Kemenkomdigi. Satelit tersebut disiapkan untuk memperkuat konektivitas digital di wilayah 3T hingga negara tetangga ASEAN.
Pemerintah berharap kehadiran Satelit Nusantara Lima dapat mempercepat pemerataan internet nasional. Saat ini sekitar 230 juta penduduk atau 80% populasi Indonesia baru terhubung internet.
Meutya juga menilai kehadiran Nusantara Lima turut memperkuat posisi Indonesia di industri antariksa Asia. Satelit itu diharapkan mendukung transformasi digital nasional hingga wilayah terpencil dan perbatasan negara.

