Mendes Yandri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Bangun Desa
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan desa melalui aksi kolaborasi lintas sektor yang masif. Dalam acara penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kemendes PDT dan berbagai pihak, Yandri menekankan pembangunan desa tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh elemen bangsa.
Yandri menyampaikan kementeriannya telah menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian/lembaga hingga sektor swasta dan akademisi. Di antaranya adalah Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Kementerian Transmigrasi, BRIN, PT PLN (Persero), PT PLN EPI (Persero), PT Daya Mandiri Production, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia, ITB dan UGM.
"Baru saja Kementerian Desa dan PDT melakukan aksi kolaborasi dengan lintas sektor. Lintas sektor di sini ada dari kementerian lembaga, tadi hadir dari Kementerian Transmigrasi di mana kami memadupadankan pembangunan lintas bidang atau lintas sektor antara Kementerian Desa dan Transmigrasi," ujar Yandri dalam acara Aksi dan Kolaborasi Lintas Sektor Mendorong Akselerasi Program Bapak Presiden Prabowo Subianto Mendukung Asta Cita ke-6 bertajuk "Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan" di Gedung Utama Kemendes Kalibata, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga
Menurutnya, sinergisitas dengan berbagai stakeholder ini sangat krusial mengingat karakteristik wilayah transmigrasi yang pada dasarnya merupakan kumpulan desa-desa. Ia mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kerja sama tim sebagai kunci utama keberhasilan program pemerintah.
"Pesan Bapak Presiden, kita ini adalah super team, bukan Superman. Oleh karena itu, kami juga tadi melibatkan beberapa pihak, di antaranya pihak kampus," tambahnya.
Keterlibatan dunia pendidikan diwakili oleh sejumlah universitas ternama untuk memberikan pendampingan teknis dan inovasi di tingkat desa.
"Tadi kami melakukan MoU dengan Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan lain sebagainya," jelas Yandri mengenai keterlibatan kaum intelektual dalam pembangunan daerah.
Selain akademisi, sektor swasta dan tokoh masyarakat juga dirangkul untuk mengawal visi Asta Cita keenam Presiden, yakni membangun dari bawah demi pemerataan ekonomi. Yandri secara khusus menyebut keterlibatan Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni untuk menggerakkan potensi pemuda desa.
Yandri juga mendorong setiap individu maupun lembaga untuk memiliki desa binaan agar potensi lokal dapat terealisasi secara maksimal.
"Jadi apakah itu individu, baik dia sebagai perusahaan, kementerian lembaga, dirjen, kemudian semuanya lah, mau rektor, pesan Bapak Presiden kita punya desa binaan," tuturnya.
Lebih lanjut, Yandri menyebut, target utama dari langkah besar ini adalah mengurai berbagai persoalan klasik yang masih menghambat kemajuan desa, seperti keterbatasan infrastruktur dan energi.
"Kita sadar hari ini masih ada desa-desa yang belum teraliri dengan listrik, masih ada daerah yang blank spot, masih ada daerah yang sumber air bersihnya masih belum memadai, tingkat pendidikan yang belum setara dengan daerah yang lain," ungkap Yandri.
Saat ditanya mengenai target utama dari kolaborasi raksasa ini, Yandri menjelaskan bahwa desa harus dipersiapkan menjadi penyokong program nasional, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).
"Semua peluang itu sekarang ada di desa. Sekaligus banyak persoalan yang belum terpecahkan juga banyak di desa. Jadi peluang itu maksud saya misalkan hari ini ada MBG, kita perlu ada desa-desa tematik, desa yang bertelur, desa yang berdaging, desa buah, dan lain sebagainya. Itu kan perlu kolaborasi dengan banyak pihak," tegasnya.
Hingga saat ini, Kemendes PDT telah menelurkan lebih dari 70 perjanjian kerja sama sebagai bentuk keterbukaan instansi tersebut terhadap dukungan eksternal. Yandri ingin mengubah paradigma bahwa desa bukan sekadar objek, melainkan subjek utama yang berdaya dan mandiri.
Di sisi lain, Yandri kembali menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan daerah tertinggal agar tidak semakin tertinggal jauh.
"Nah, kita gandeng juga Mandala tadi dari aktris supaya nanti ada kegiatan positif yang bisa menggandeng Gen Z untuk terlibat dalam membangun desa. Jadi semuanya kita padu padankan ini sehingga nanti akan ujungnya itu bangun desa, bangun bangsa itu benar-benar menjadi kenyataan," jelas Yandri.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan visi besar pemerintah. Ia menekankan bahwa memperkuat desa adalah kunci utama dalam mencapai pemerataan ekonomi nasional.
"Bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan berbagai macam pihak, ini adalah wujud sinergi yang sangat-sangat baik sekali luar biasa. Tentunya berkolaborasi, kolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kemaslahatan banyak pihak, sesuai dengan Asta Citanya Bapak Presiden yang keenam, di sini membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ucap Raffi.
Salah satu poin krusial yang diungkapkan Raffi adalah inisiatif dari Menteri Desa terkait pemberdayaan pemuda desa melalui program beasiswa dan akses lapangan kerja internasional. Program ini menargetkan puluhan ribu pemuda untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan berkarier di luar negeri. Raffi menjelaskan, para peserta akan dibekali keahlian bahasa dan kompetensi yang relevan sebelum diberangkatkan.
"Kita sudah siapkan program beasiswa minimal 45.000 pemuda desa setiap tahun untuk diberikan kesempatan bekerja di luar negeri. Luar biasa! Jadi nantinya sebelum diberangkatkan ke luar negeri untuk mereka beasiswa, dan mereka juga di sana sudah dapat gaji juga ya, tapi sebelum itu dipersiapkan, nanti dipersiapkan yang lulusan SMA, yang lulusan SMK akan diberikan kursus terlebih dahulu agar mereka semuanya sudah siap untuk bekerja di luar," ungkapnya.
Baca Juga
Mendes PDT Optimalkan Potensi Desa Melalui Kolaborasi Lintas Sektor dan Program Desa Tematik
Meski membuka peluang kerja di mancanegara, Raffi memberikan pesan mendalam kepada generasi muda di desa. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak harus diukur dari meninggalkan tanah kelahiran, melainkan bagaimana kontribusi mereka dapat membangun daerah asal.
"Saya juga mengimbau untuk semua anak-anak muda yang ada di desa, justru menjadi pahlawan atau menjadi orang sukses itu bukan kita meninggalkan desa kita. Untuk kita membangun desa kita, itu adalah pahlawan untuk di desanya sendiri, itu sangat sesuatu yang terhormat juga. Jadi semuanya juga kita memiliki pilihan masing-masing, tetapi desa kita jangan kita tinggalkan. Karena sekali lagi, dengan kita membangun desa, sama saja kita membangun Indonesia," tegas Raffi.
Lebih jauh, Raffi berharap agar kesepakatan yang ditandatangani tersebut dapat segera direalisasikan secara konkret dan tidak hanya berakhir sebagai dokumen administratif. Ia optimis bahwa kemajuan desa akan menjadi fondasi utama bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

