Mendes PDT Optimalkan Potensi Desa Melalui Kolaborasi Lintas Sektor dan Program Desa Tematik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral guna mengoptimalkan potensi besar sekaligus menuntaskan berbagai persoalan mendasar di wilayah perdesaan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari kementerian, lembaga riset, badan usaha milik negara, hingga institusi pendidikan tinggi.
Kerja sama besar ini mencakup kemitraan dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Kementerian Transmigrasi, BRIN, PT PLN (Persero), PT PLN EPI (Persero), serta universitas ternama seperti ITB dan UGM.
Dalam pandangan Yandri, desa kini memegang peran sentral sebagai pusat peluang dan tantangan yang memerlukan penanganan terpadu untuk mendukung agenda strategis nasional. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah kontribusi desa dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Untuk mencapai target tersebut,
Yandri memproyeksikan pengembangan desa-desa tematik yang memiliki spesialisasi produksi pangan tertentu guna menjamin ketersediaan pasokan nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga
Mendes PDT Yandri Susanto Puji Kebijakan Presiden Pertahankan Harga BBM Subsidi
"Iya, tadi saya sampaikan semua peluang itu sekarang ada di desa. Sekaligus banyak persoalan yang belum terpecahkan juga banyak di desa. Jadi peluang itu maksud saya misalkan hari ini ada MBG (Makan Bergizi Gratis), kita perlu ada desa-desa tematik, desa yang bertelur, desa yang berdaging, desa buah, dan lain sebagainya. Itu kan perlu kolaborasi dengan banyak pihak," ujar Yandri kepada investortrust.id saat ditemui usai acara Aksi dan Kolaborasi Lintas Sektor Mendorong Akselerasi Program Bapak Presiden Prabowo Subianto Mendukung Asta Cita ke-6 di Gedung Utama Kantor Kemendes Kalibata, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Selain pengembangan ekonomi tematik, Mendes PDT secara terbuka mengakui adanya realitas mengenai ribuan desa yang masih memerlukan intervensi serius pada sektor infrastruktur dan akses pendidikan.
Berdasarkan data kementerian, terdapat hampir 10.000 desa yang dikategorikan masih tertinggal dan sangat tertinggal, terutama terkait minimnya akses listrik serta sarana pendidikan yang memadai. Kondisi inilah yang melatarbelakangi langkah kementerian untuk menggandeng PLN dan institusi pendidikan guna mempercepat pemerataan fasilitas dasar di pelosok Nusantara.
"Kemudian kita juga misalkan melihat di desa itu masih ada hampir 10.000 desa masih tertinggal dan tertinggal sekali. Belum ada listriknya, belum ada pendidikan yang memadai, maka kita gandeng kampus, gandeng PLN," jelas Yandri lebih lanjut mengenai upaya intervensi infrastruktur tersebut.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi pilar utama dalam transformasi desa masa depan. Yandri secara khusus melibatkan figur publik dan utusan khusus presiden guna memotivasi generasi muda di perdesaan agar memiliki daya saing yang kompetitif. Kehadiran tokoh-tokoh populer diharapkan mampu menggerakkan minat Generasi Z untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerahnya masing-masing melalui berbagai kegiatan positif yang kreatif dan inovatif.
"Ya, bagaimana generasi mudanya? Ya tentu kita butuh generasi muda di desa itu juga punya daya saing yang kuat. Maka kita gandeng Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Nah kita gandeng juga Mandala tadi dari aktris supaya nanti ada kegiatan positif yang bisa menggandeng Gen Z untuk terlibat dalam membangun desa," ungkapnya menekankan pentingnya peran anak muda.
Seluruh rangkaian langkah kolaboratif ini pada akhirnya bermuara pada visi besar Presiden untuk memperkuat fondasi bangsa melalui pembangunan yang dimulai dari pinggiran. Dengan memadukan seluruh sumber daya yang tersedia, pemerintah optimistis dapat merealisasikan amanat Asta Cita keenam dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan secara sistematis melalui penguatan basis perdesaan.
"Jadi semuanya kita padu padankan ini sehingga nanti akan ujungnya itu bangun desa, bangun bangsa itu benar-benar menjadi kenyataan. Sesuai dengan Asta Cita keenam bapak presiden. Kira-kira gitu," pungkas Yandri menutup penjelasannya mengenai arah baru pembangunan desa di Indonesia.

