Bagikan

Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Ahli Dampingi Psikologis Anak Korban Daycare Little Aresha

Poin Penting

Pemkot Yogyakarta bentuk tim pendampingan psikologis bagi anak korban kekerasan di Daycare Little Aresha.
Tim ahli terdiri dari psikolog anak, ahli tumbuh kembang, hingga ahli gizi untuk pemulihan trauma korban.
Wali Kota Yogyakarta siapkan 18 psikolog klinis dari Puskesmas untuk mendampingi orang tua yang mengalami stres.


YOGYAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah Kota Yogyakarta segera membentuk tim untuk mendampingi secara psikologis anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha di Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo.

Sebagaimana diberitakan, tempat penitipan anak Daycare Little Aresha digerebek aparat kepolisian, beberapa waktu lalu menyusul laporan masyarakat tentang aktivitas berupa kekerasan pada anak-anak yang dititipkan oleh para orang tuanya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo setelah menerima audiensi para orang tua korban di Yogyakarta, Minggu (26/4/2026), mengatakan pada prinsipnya orang tua korban minta perlindungan untuk anaknya, termasuk pendampingan psikologis anak-anak karena telah mengalami kekerasan dan penelantaran di daycare.

"Karena anak-anak yang sekarang ini dirasakan ada beberapa anak dengan tanda-tanda yang kurang sehat secara psikologis, sehingga kami sudah diskusi dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dengan dinas segera setelah ini langsung rapat untuk membentuk tim pendampingan," katanya seperti dikutip Antara.

Menurut Hasto, tim pendampingan psikologis yang dibentuk akan melibatkan berbagai ahli yang dibutuhkan, seperti ahli psikologi anak, ahli tumbuh kembang anak, ahli gizi untuk asupan anak, termasuk ahli pengasuhan.

Baca Juga

Senator Yashinta Sekarwangi Kecam Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Terlebih, kata dia, apa yang didengar dari perwakilan orang tua korban, mereka mengeluhkan perlakuan kepada anak anak mereka selama diasuh di tempat penitipan anak tersebut yang membuat orang tua menjadi sedih.

"Sudah kami catat perlakuan-perlakuan yang diindikasikan dilakukan kepada anak-anak mereka. Mereka bersedih kami juga ikut sangat bersedih, karena apa yang dia ceritakan membuat kita sebagai orang tua itu bisa membayangkan seperti apa anak yang tidak bisa protes, dan anak yang belum punya 'bergaining position' seperti apa tapi ada perlakuan itu," katanya.

Ia mengatakan dari audiensi, orang tua juga mengalami gangguan karena stres dengan kondisi yang mengejutkan tersebut, sehingga orang tua menangis dan menginginkan pendampingan secara psikologi kepada orang tuanya.

"Sehingga kita pun juga bersama-sama menyiapkan pendampingan, dan kita punya psikolog-psikolog yang ada di psikolog klinis di puskesmas jumlahnya ada 18 psikolog juga kita siapkan," katanya.

Ia mengatakan apa yang sudah dilakukan aparat kepolisian untuk bertindak cepat dengan menggerebek daycare pada Jumat (24/4) dan melakukan pemeriksaan maraton kepada pengelola, sangat diapresiasi, dan berharap proses hukum terus berjalan.

"Saya kira Pak Kapolres sudah bertindak dengan sangat kreatif dan cepat, kami mengapresiasi. Kemudian terkait dengan orang tua yang hadir di sini kami juga masih akan menghadirkan lagi besok lain-lainnya yang ingin hadir yang ingin menyampaikan keluhan," katanya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024