Antisipasi Dampak Perang, Ketua DPR Desak Pemerintah Mitigasi Harga BBM dan Keselamatan Pasukan TNI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera melakukan langkah mitigasi yang komprehensif menghadapi ketidakpastian situasi geopolitik global yang kian memanas. Fokus utama yang ditekankan adalah perlindungan terhadap pasukan TNI di luar negeri serta stabilitas daya beli masyarakat akibat fluktuasi harga energi.
Puan menyoroti keselamatan warga negara Indonesia (WNI) dan personel TNI yang tengah bertugas di garda terdepan penugasan internasional, termasuk pasukan perdamaian.
Menanggapi situasi di zona konflik yang terus memanas, Puan mengimbau pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi di lapangan.
"Indonesia harus menjaga keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang ada di luar negeri termasuk pasukan TNI yang kita tugaskan di garda terdepan," kata Puan saat menyampaikan keterangan pers usai menghadiri Rapat Paripurna Ke-17 Masa Persidangan IV Tahun 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan kesiapan logistik dan keamanan pasukan harus dijamin sepenuhnya, termasuk mengevaluasi apakah perlengkapan yang ada sudah memadai atau perlu penyesuaian di tengah eskalasi agresi.
Baca Juga
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Tarik Pasukan Perdamaian dari UNIFIL
Transparansi Kenaikan Harga BBM
Selain isu keamanan, Puan juga menaruh perhatian serius pada dampak geopolitik terhadap harga minyak dunia yang mulai merambat ke kenaikan harga BBM non-subsidi di dalam negeri. Ia mendesak pemerintah untuk memberikan penjelasan transparan kepada publik guna menjaga keadilan.
"Harus ada keadilan dan diberikan penjelasan kenapa harga tersebut naik dan sampai kapan, dan apakah harga tersebut akan terus naik ataukah tidak," ujarnya.
Menurutnya, evaluasi berkala sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam ketidakpastian yang dapat mengganggu daya beli.
DPR juga meminta pemerintah untuk bersiap menghadapi berbagai skenario, mengingat belum ada kepastian kapan konflik geopolitik ini akan berakhir. Puan mengingatkan bahwa meski Indonesia tidak terimbas secara langsung, dampak rembetan ekonomi global tidak bisa diabaikan.
"Sebagai negara yang walaupun tidak secara langsung terimbas, kita harus siap mengantisipasi dan memitigasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi," tuturnya.
Puan berharap pemerintah memiliki skema cadangan yang kuat agar daya beli masyarakat tetap terjaga apabila perang terus berlanjut dan menekan harga komoditas global lebih jauh.

