Gus Ipul Klaim Tak Berniat Maju sebagai Calon Ketum PBNU
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Saifullah Yusuf menyatakan tak berniat dan tidak berencana mencalonkan diri sebagai calon ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Diketahui, Muktamar NU yang rencananya digelar pada Agustus 2026 mendatang memiliki sejumlah agenda, salah satunya pemilihan ketua umum PBNU.
"Enggak. Saya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa masih ada yang lain. Saya tidak ada niat tidak ada rencana untuk mencalonkan diri," kata Gus Ipul di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga
Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Minta Nahdliyin Tak Terbawa Isu di Medsos
Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf menyatakan, NU memiliki banyak kader berkualitas yang layak menjadi ketua umum. Namun, Gus Ipul tak mengungkap sosok yang menurutnya layak memimpin ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.
"Banyak itu. Banyak sekali itu yang kader-kader NU banyak sekali. Cuman siapa nanti yang dipilih ya kita tunggu aja muktamar. Kita tahu lah sudah banyak tokoh-tokoh NU itu yang kelihatannya layak menjadi ketua umum," katanya.
Menteri Sosial (Mensos) itu menyatakan, banyak yang berminat maju sebagai calon ketua umum PBNU. Namun, katanya, hanya satu nantinya yang akan dipilih peserta muktamar atau muktimirin sebagai ketua umum PBNU.
"Yang minat banyak, yang berpotensi tentu lebih sedikit, yang menang cuma satu," katanya.
Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyatakan, persiapan Muktamar ke-35 NU terus dilakukan. Rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah yang dihadiri dan dipimpin Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf telah menetapkan sejumlah keputusan terkait pelaksanaan muktamar. Salah satunya pembentukan pantia inti Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang menjadi rangkaian menuju muktamar.
"Ini terus kita lakukan dan Insyaallah semuanya bisa berjalan lancar dan kita mohon dukungan dari pengurus wilayah maupun pengurus cabang untuk semuanya berfokus dan menyiapkan diri mengikuti muktamar tersebut," katanya.
Baca Juga
Gus Ipul mengatakan, muktamar direncanakan digelar pada Juli atau Agustus 2026 mendatang. Sementara untuk lokasi, saat ini masih dibahas. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
"Ya salah satunya di Lirboyo. Ada juga di NTB ya yang mengajukan. Ada juga di Sumatera Barat dan Jakarta," katanya.

