Beban Pokok Dipangkas, Gudang Garam Cetak Lompatan Laba 84%,
JAKARTA, investortrust.id – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 84% menjadi Rp 5,32 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,77 triliun.
Kenaikan laba tersebut menjadikan laba per saham dasar perseroan meningkat dari Rp 1.445 menjadi Rp 2.767 per saham. Sedangkan saham GGRM justru melemah Rp 100 menjadi Rp 19.925 pada perdagangan hari ini.
Baca Juga
Prospek dan Target Saham Gudang Garam (GGRM) Direvisi Turun, Berikut Hitung-hitungannya
Manajemen Gudang Garam (GGRM) dalam rillis kinerja keuangan di Jakarta, Kamis (27/3/2024), menyebutkan bahwa kenaikan laba tersebut berbanding terbalik dengan penjualan yang justru turun dari Rp 124,68 triliun menjadi Rp 118,95 triliun pada 2023.
Lompatan laba didukung atas penurunan drastis beban pokok pendapatan dari Rp 113,58 triliun menjadi Rp 104,35 triliun. Alhasil perseroan berbalik cetak kenaikan laba bruto dari Rp 11,09 triliun menjadi Rp 14,59 triliun.
Baca Juga
Target Kinerja Dipangkas, Tapi Saham Gudang Garam (GGRM) Tetap Direkomendasi Beli
Gudang Garam (GGRM) juga berhasil menjaga beban usaha tetap stabil bernilai Rp 7,33 triliun pada 2023. Sedangkan beban bunga melesat dari Rp 262,40 miliar menjadi Rp 578,78 miliar. Hal ini menjadikan laba perseroan melesat dari Rp 2,77 triliun menjadi Rp 5,32 triliun.
Tahun lalu, perseroan berhasil mengerek naik total aset dari Rp 88,56 triliun menjadi Rp 92,45 triliun. Begitu juga dengan total liabilitas naik dari Rp 30,70 triliun menjadi Rp 31,58 triliun. Adapun kas dan setara kas akhir tahun turun tipis dari Rp 3,70 triliun menjadi Rp 3,61 triliun.

