Laba Gudang Garam (GGRM) Melesat Hampir 200%, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan lonjakan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 4,45 triliun hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,49 triliun.
Baca Juga
Prospek Saham Gudang Garam (GGRM) Menguat Didukung Dua Faktor Ini
Gudang Garam dalam publikasi laporan keuangan, Senin (30/10/2023) menyebutkan, padahal pendapatan perseroan turun dari Rp 93,91 triliun menjadi Rp 81,74 triliun. Hanya saja penurunan drastis beban pokok pendapatan dari Rp 86,23 triliun menjadi Rp 70,33 triliun menjadikan laba bruto melambung dari Rp 7,68 triliun menjadi Rp 11,41 triliun.
Kenaikan laba bersih juga dipengaruhi peningkatan pendapatan lainnya menjadi Rp 203,59 miliar dan penurunan beban usaha menjadi hanya Rp 5,43 triliun. Sedangkan beban bunga naik dari Rp 204,91 miliar menjadi Rp 445,58 miliar.
RHB Sekuritas dalam riset sebeleumnya menyebutkan bahwa potensi gain saham GGRM masih besar dengan target harga menuju Rp 31.700.
Baca Juga
Memasuki Tahun Politik, Saham Gudang Garam (GGRM) Menggiurkan
RHB Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (24/10/2023), menyebutkan, pelaksanaan pemilihan umum tahun 2024 akan menjadi katalis utama terhadap peningkatan permintaan produk rokok. Hal ini dapat dilihat dari kondisi serupa pada tahun 2014 dan 2019.
Sedangkan pertumbuhan volume penjualan diprediksi hanya satu digit tahun depan dipengaruhi atas kenaikan cukai rokok yang berimbas terhadap peningkatan harga jual produk tersebut.

