IHSG Sesi I Melesat Sempat Tembus 7.500 di Tengah Koreksi Pasar Asia, Grup Besar Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (13/4/2026), menguat sebanyak 34,23 poin (0,46%) menjadi 7.492. Rentang pergerakan 7.351-7.500 dengan nilai transaksi Rp 9,96 triliun.
Penguatan diukung kenaikan saham-saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BRPT naik 15,40%, TPIA sebanyak 5,76%, PTRO sebanyak 10,70%, BREN naik sebanyak 4,31%, CUAN sebanyak 5,58%, hingga CDIA 9,85%.
Baca Juga
BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Sebesar 5,2%
Kenaikan juga didukung lompatan sejumlah sektor saham, sektor material dasar 2,53%, energi 2,40%, sektor clicals sebanyak 1,68%, sektor infrastruktur, teknologi. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan, transportasi, kesehatan.
Meski IHSG melorot, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti CITY sebanyak 34,02% menjadi Rp 260, ATAP naik 25% menjadi Rp 510, WBSA menguat 24,78% menjadi Rp 282, KONI menguat 24,68% menjadi Rp 2.450, dan TRUK melesat 24,45% menjadi Rp 565.
Meski tak ARA, penguatan pesat juga melanda saham DATA naik 24,24% menjadi Rp 2.450, BEER naik 22,63% menjadi Rp 168, dan BAPA naik 21,18% menjadi Rp 103.
Sepanjang pekan lalu, IHSG melesat sebanyak 6,14% menjadi 7.458 sepanjang pekan ini. Lompatan memicu kenaikan kapitalisasi pasar (merket cap) senilai Rp 884 triliun menjadi Rp 13.189 triliun.
Baca Juga
Setara Saham, Jepang Ubah Status Bitcoin Cs Jadi Instrumen Keuangan
Kenaikan ini ditopang penguatan sejumlah saham big cap yang menjadi penopang utama kenaikan indeks pekan ini teridiri atas saham BREN melesat 20,83% pekan ini, BRPT naik 49,61%, DSSA menguat 10,48%, AMMN naik 15,43%, dan MSIN naik 58,08%.
Kenaikan tersebut juga ditopang penguatan seluruh sektor saham pekan ini. Tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar 12,44%, sektor konsumer primer 10,97%, infrastruktur 9,77%, energi 7,86%, industry 6,94%, dan keuangan 4,87%.
Meski IHSG catatkan penguatan pesat hingga tertinggi di pasar saham Asean, pemodal asing ternyata masih agresif melepas saham. Total transaksi mencapai Rp 3,31 triliun sepanjang pekan lalu.
