IHSG Dibuka Anjlok 0,65% Ikut Pasar Saham Asia, Sebaliknya WBSA Lanjut Naik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4/2026), dibuka melemah sebanyak 48,42 poin (0,65%) menjadi 7.410. Pelemahan sejalan dengan kejatuhan seluruh pasar saham Asia bersamaan lompatan harga minyak.
Penekan utama indeks datang dari pelemahan seluruh sektor saham, seperti material dasar, industry, konsumer primer, keuangan, dan property, infrastruktur, dan teknologi.
Baca Juga
Trump Ancam Blokade Hormuz Usai Perundingan Damai AS-Iran Gagal, Dow Futures Anjlok Lebih 500 Poin
Meski indeks melorot, sejumlah saham catatkan kenaikan pesar, seperti WBSA menguat 24,78% menjadi Rp 282, BAPA naik 23,53% menjadi Rp 105, dan MICE naik 16,83% menjadi Rp 590.
Sepanjang pekan lalu, IHSG melesat sebanyak 6,14% menjadi 7.458 sepanjang pekan ini. Lompatan memicu kenaikan kapitalisasi pasar (merket cap) senilai Rp 884 triliun menjadi Rp 13.189 triliun.
Kenaikan ini ditopang penguatan sejumlah saham big cap yang menjadi penopang utama kenaikan indeks pekan ini teridiri atas saham BREN melesat 20,83% pekan ini, BRPT naik 49,61%, DSSA menguat 10,48%, AMMN naik 15,43%, dan MSIN naik 58,08%.
Baca Juga
Kenaikan tersebut juga ditopang penguatan seluruh sektor saham pekan ini. Tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar 12,44%, sektor konsumer primer 10,97%, infrastruktur 9,77%, energi 7,86%, industry 6,94%, dan keuangan 4,87%.
Meski IHSG catatkan penguatan pesat hingga tertinggi di pasar saham Asean, pemodal asing ternyata masih agresif melepas saham. Total transaksi mencapai Rp 3,31 triliun sepanjang pekan lalu.

