IHSG Dibuka Melemah, Sebaliknya WBSA hingga BABY Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/4/2026), dibuka melemah sebanyak 33,83 poin (0,45%) menjadi 7.560. Pelemahan berbanding terbalik dengan pasar Asia yang menguat.
Penurunan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti energi keuangan, dan infrastruktur. Sisanya justru catatkan penguatan, seperti konsumer primer, teknologi, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Meski dibuka melemah, sejumlah saham ini catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti WBSA naik 24,82% menjadi Rp 855, LCKM menguat 28,45% menjadi Rp 150, dan BABY naik 24,43% menjadi Rp 326.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 39,89 poin (0,52%) menjadi 7.594, meski investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 380,73 miliar. Net buy terbanyak disumbangkan saham BREN senilai Rp 269,74 miliar, dan SSMS mencapai Rp 200,16 miliar.
Baca Juga
Inti Bangun (IBST) akan Go Private, Tawarkan Buyback Rp 5.400 di Bawah Harga Pasar
Pelemahan indeks kemarin sejalan dengan pelemahan seluruh sektor saham. Terdalam dicatatkan saham sektor properti, konsumer primer, keuangan, kesehatan, energi, hingga konsumer non primer.
Meski indeks ditutup melemah, sejumlah saham berikut justru cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu DEFI sebanyak 34,97% menjadi Rp 220, LCKM menguat 34,88% menjadi Rp 116, MDIA naik 34,82% menjadi Rp 120, dan KICI melesat 34,38% menjadi Rp 258. ARA juga melanda saham VISI sebanyak 25% menjadi Rp 925 dan BABY naik 24,76% menjadi Rp 262.

