IHSG Dibuka Melesat ke 7.750 Didukung Sektor Ini, Saham WBSA Kembali Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/4/2026), dibuka melambung sebanyak 74,95 poin (0,98%) menjadi 7.750. Penguatan sejalan dengan pasar saham Asia dan kenaikan seluruh sektor saham.
Kenaikan tertinggi dicatatkan saham sektor energi, material dasar, industri, keuangan, properti, infrastruktur. Kenaikan juga melanda saham sektor transportasi.
Baca Juga
Kinerja 2026 Diprediksi Lebih Kuat, Saham Antam (ANTM) Direkomendasikan Beli
Sejalan dengan kenaikan, WBSA, saham pendatang baru yang listing pekan lalu, kembali torehkan auto reject atas (ARA) sebanyak 25% menjadi Rp 440. Kenaikan juga melanda saham UANG sebanyak 17,39% menjadi Rp 5.325 dan RONY menguat 21,41% menjadi Rp 1.900.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 175,76 poin (2,34%) menjadi 7.675. Rentang pergerakan 7.500-7.686 dengan nilai transaksi Rp 23,52 triliun. Kenaikan terdorong penguatan saham big cap dan konglomerasi. Seperti konglomerasi Prajogo Pangestu, Happy Hapsoro, Sinarmas, Bakrie, hingga Haji Isam.
Baca Juga
TBS Energi (TOBA) Bersiap RUPS Besok, Dividen, Buyback, dan Rights Issue Jadi Sorotan Investor
Kenaikan juga sejalan dengan penguatan pesat sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 5,62%, sektor industri 4,47%, sektor energi 3,68%, sektor material dasar 3,55%, sektor transportasi 3,20%, dan sektor keuangan 1,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer 0,95%.
Sejalan dengan penguatan pesat tersebut, sejumlah saham berikut catatkan keanikan harga pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham RICY dengan kenaikan 34,88% menjadi Rp 116, PPRE menguat 34,65% menjadi Rp 136, PURI menguat 34,75% menjadi Rp 190, DEFI naik 34% menjadi Rp 67, dan MDIA mengaut 33,33% menjadi Rp 72.
Ara juga melanda saham MORA naik 25% menjadi Rp 5.725, saham WBSA naik 24,82% menjadi Rp 352, SSTM naik 24,79% menjadi Rp 755, KONI menguat 24,90% menjadi Rp 3.060, dan PPRE menguat 26,73% menjadi Rp 128. BAPA menguat 33,33% menjadi Rp 152 dan CSMI mengaut 25,97% menjadi Rp 97.

