Tahun 2023, Laba Bersih Astra Agro (AALI) Anjlok 38%
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 38,87% menjadi Rp 1,05 triliun tahun 2023, dibandingkan raihan tahun sebelumnya Rp 1,72 triliun.
Penurunan laba anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan perseroan dari Rp 21,82 triliun pada 2022 menjadi Rp 20,74 triliun tahun 2023. Sedangkan laba bruto anjlok dari Rp 3,82 triliun menjadi Rp 2,77 triliun.
Baca Juga
Melesat 39,39%, Laba Bersih Astra Otopartas (AUTO) Capai Rp 1,84 Triliun
Manajemen AALI melalui laporan kinerja keuangan di Jakarta, Kamis (22/2/2024) mencatatkan penurunan laba bersih tersebut berimbas terhadap koreksi laba per saham dasar perseroan dari Rp 897,08 menjadi Rp 548,61 per saham.
AALI juga mencatatkan penurunan total aset dari Rp 29,24 triliun menjadi Rp 28,84 triliun pada 2023. Adapun total liabilitas turun dari Rp 7 triliun menjadi RP 6,28 triliun.
Sebelumnya, Astra Agro (AALI) menyebutkan tengah mengembangkan layanan digital untuk membuat proses penjualan buah sawit dari petani ke pabrik perseroan. Teknologi ini akan membuat kerja petani menjadi lebih efisien, efektif dan lebih nyaman.
"Langkah Astra Agro untuk memprioritaskan produk kelapa sawit dari petani juga merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung bisnis para petani kelapa sawit," terang Chief Executive Officer Astra Agro, Santosa.
Baca Juga
Pemanfaatan teknologi digital ini sejalan dengan program digitalisasi yang dilaksanakan oleh Astra Agro selama beberapa tahun terakhir. Program ini merupakan bagian dari upaya AALI menciptakan Aplikasi Sistem Informasi Kemitraan (SISKA) 2.0, yang dirilis pada bulan Januari 2024.
Selain bertujuan memberi kemudahan kepada mitra, SISKA 2.0 diharapkan dapat mengoptimalkan fasilitas lain, seperti platform yang disediakan oleh perusahaan sebagai layanan bagi pengemudi mitra yang menunggu pembongkaran tandan buah segar (TBS) di pabrik.

