PGAS Sudah Habiskan Capex US$ 132 Juta, Mayoritas untuk Industri Hilir
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melaporkan, telah menghabiskan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 132 juta sampai September 2023. Mayoritas capex digunakan untuk industri hilir.
“Dalam hal pencapaian capex, PGN mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan rencana investasi di tengah kondisi yang penuh tantangan. Sampai kuartal III-2023, capaian capex sebesar US$ 132 juta,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN Fadjar Setiawan Handoko dalam Public Expose Live, Rabu (29/11/2023).
Dia menyebutkan, 57% capex dipakai untuk usaha hilir (downstream), sisanya untuk kebutuhan usaha bidang hulu (upstream). Beberapa proyek yang menyerap pemakaian modal tersebut, di antaranya gasifikasi kilang minyak Pertamina melalui Pipa Gas Senipah-Balikpapan, jaringan gas kota (jargas), dan revitalisasi terminal LNG Arun.
Baca Juga
Public Expose Live, Bank Raya (AGRO) Ungkap Strategi Pengembangan Bisnis Digital Berkelanjutan
Pipa Senipah-Balikpapan telah terpasang ±76 km dari target ±78 km. Proyek ini merupakan bagian kontribusi sinergi PGN di Pertamina dalam mendukung kegiatan operasi Refinery Unit V Balikpapan. Pipa yang akan dibangun memiliki diameter 20 inch dan dimulai sejak 2022.
Selanjutnya, pembangunan jargas yang dibiayai PGN telah dilaksanakan di 37 kota/kabupaten dengan berbagai moda transportasi. Pembangunan yang telah terselesaikan sebanyak 102.354 sambungan rumah. Hal ini sebagai dukungan terhadap Pemerintah menjalankan proyek strategis nasional.
Sedangkan upaya revitalisasi aset Terminal LNG Arun dilaksanakan sehubungan upaya menangkap potensi pasar LNG Asia yang sangat menarik. Tangki yang tidak teroptimalkan akan dimodifikasi sehingga kapasitas dengan desain 127.000 m3 dapat beroperasi kembali ke depannya. Proyek ini masuk tahap mencari mitra kerja untuk pekerjaan engineering procurement construction (EPC).
Subholding Gas Pertamina tersebut juga masih berkontribusi dan memanfaatkan peluang pencapaian target Net Zero Emission melalui pengembangan biometana. Proyek ini merupakan upaya menjaga keberlanjutan bisnis gas bumi PGN yang memanfaatkan limbah sawit.
Baca Juga
“Potensi permintaannya sejauh ini dapat mencapai ±5,2 MMSCFD (million standard cubic feet per day). Sejauh ini proyek masih dalam proses penyusunan front end engineering design (FEED),” imbuh Direktur Sales dan Operasi PGN Ratih Esti Prihatini pada kesempatan yang sama.
Portofolio usaha lain yang dilaksanakan anak perusahaan beberapa yang mencapai pertumbuhan kinerja adalah transportasi minyak sebesar 42,9 million barrels of oil equivalent (MMBOE), tumbuh 400% (yoy) karena penyaluran minyak melalui pipa Rokan.
Kemudian pada regasifikasi LNG terdapat kenaikan 21% menjadi 158 billion british thermal unit per day (BBTUD) karena adanya kenaikan permintaan di LNG Hub Arun.
Atas kinerja operasional tersebut maka pendapatan konsolidasi yang dibukukan PGN meningkat 2% (yoy) atau tercatat US$ 2,69 miliars sampai kuartal ketiga tahun ini. Kontribusi terbesarnya diperoleh dari bisnis niaga dan transmisi gas bumi sebesar 78%, selebihnya merupakan usaha hulu dan lainnya. (CR-10)
Baca Juga
Bersiap Transisi ke Electric Part, Astra Otoparts Minta Hal Ini ke Pemerintah
