Siapkap Capex US$ 361 Juta, PGN (PGAS) Ungkap Sejumlah Target Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 361 juta tahun ini. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 38% dari anggaran tahun 2023 sebanyak US$ 261 juta.
Manajemen perseroan menyebutkan bahwa sebagian besar dana tersebut akan diinvestasikan mencapai 63% industri hilir (downstream) dan sisanya 37% dialokasikan untuk industri hulu (upstream). PGAS akan fokus ekspansi pasar dan pengembangan infrastruktur gas di wilayah utama, seperti pulau Jawa dan Sumatra.
Baca Juga
Melalui anggaran modal tersebut, manajemen PGAS menyebutkan bahwa perseroan akan memperluas perdagangan LNG Global, pusat & penyimpanan LNG dan bunker LNG untuk bahan bakar Laut. Kemudian meningkatkan bisnis pipeline untuk kilang, smelter, pembangkit listrik, dan industri lainnya.
Perseroan juga memperkuat kinerja dengan mengoptimalkan pengembangan turunan biometana dan produk terbarukan dan gas alam, untuk bisnis energi ramah lingkungan dan proyek infrastruktur pipa minyak di daerah Cikampek-Plumpang.
Selain itu, PGAS akan memaksimalkan pada kinerja pengiriman, truk, dan mode transportasi lain. PGAS juga andil dalam proyek gas kota pengembangan jaringan gas kota termasuk untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga
Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi PGN Diarahkan untuk Perkuat Utilisasi Gas Domestik
Terkait volume penjualan, PGAS membidik volume penjualan gas sebanyak 954 billion british thermal unit per day (BBTUD). Target ini meningkat 4% dari pencapaian tahun 2023 sebesar 921 BBTUD.
Sedangkan penyaluran gas atau transmisi gas tahun ini ditargetkan meningakt menjadi 1.516 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Target tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 6%, dibandingkan 2023 sebesar 1.427 MMSCFD.
Pengeboran/upstream lifting 2024, PGAS menargetkan pengeboran sebesar 8,9 million barrels of oil equivalent (MMBOE) atau turun 11% dibandingkan 2023 yang diestimasikan sebesar 9,5 MMBOE.
Baca Juga
PGN LNG Indonesia dan Hoegh LNG Lampung Sepakat Optimalkan Pengelolaan FSRU Lampung
Lalu target volume LNG atau terminal use agreement (TUA) yakni sebesar 50 BBTUD atau naik 88% dibandingkan dengan estimasi 2023 yang tercatat sebesar 27 BBTUD.
Untuk oil transportation ditargetkan turun menjadi sebesar 55,5 MMBOE sepanjang 2024. Target ini turun 1% dari realisasi tahun 2023 dengan estimasi 56,3 MMBOE.
Target-target operasional tersebut disusun dengan merefleksikan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dan tingkat inflasi sebesar 2,8% sepanjang 2024. (CR-5)

