Indocement (INTP) Cetak Kenaikan Laba 12% di 2025, Ditopang Divestasi Aset
JAKARTA, investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,25 triliun pada 2025, meningkat 12,0% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,01 triliun, meski pendapatan perseroan mengalami penurunan.
Berdasarkan laporan kinerja 2025, pendapatan neto tercatat Rp 17,73 triliun, turun 4,4% dari Rp 18,55 triliun pada 2024. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya permintaan semen domestik serta turunnya volume penjualan sepanjang periode tersebut.
Baca Juga
Perkuat Bisnis Mortar, Indocement (INTP) Bentuk JV dengan Saint-Gobain
Meski demikian, INTP mampu menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya dan pengendalian beban operasional. Beban usaha turun 1,1% menjadi Rp 3,68 triliun, sehingga laba usaha meningkat menjadi Rp 2,71 triliun dari Rp 2,39 triliun pada tahun sebelumnya.
Margin laba usaha juga naik menjadi 15,3% pada 2025 dibandingkan 12,9% pada 2024. Sementara itu, EBITDA tumbuh 8,5% menjadi Rp 4,27 triliun dari Rp 3,94 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama INTP Christian Kartawijaya menjelaskan bahwa peningkatan EBITDA tidak terlepas dari keuntungan divestasi aset. “Kenapa EBITDA kita naik? Karena kita ada penjualan aset, jadi ada gain dari penjualan aset,” ujar Christian di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga
Ekspektasi Deeskalasi Konflik Timteng Dongkrak Wall Street, Dow Melonjak Lebih 200 Poin
Ia menyebutkan sekitar Rp 670 miliar dari kenaikan EBITDA berasal dari keuntungan divestasi. Tanpa kontribusi tersebut, kinerja EBITDA perseroan akan lebih rendah.
Menurutnya, kenaikan laba tahun berjalan sebesar 12% juga dipengaruhi oleh pencatatan keuntungan divestasi tersebut. Pada Desember 2025, perseroan melepas 60% bisnis mortar melalui pembentukan usaha patungan PT Mortar Prakarsa Utama (MPU). Mortar merupakan produk turunan semen siap pakai yang digunakan sebagai campuran konstruksi. Indocement (INTP) memilih bermitra dengan pemain utama di bisnis tersebut untuk memperkuat posisi usaha.
