IHSG Sesi I Berbalik Turun 0,53%, Mayoritas Sektor Saham Melemah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (31/3/2026), ditutup melemah 37,89 poin (0,53%) menjadi 7.053. Rentang pergerakan 7.050-7.155 dengan nilai transaksi tipis Rp 7,13 triliun. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pembukaan pasar yang sempat naik lebih dari 0,50%.
Penurunan dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 1,69%, sektor industry melemah 1,45%, sektor teknologi 1,01%, sektor keuangan 0,28%, sektor infrastruktur 0,47%, dan sektor property 0,33%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor consumer non primer.
Baca Juga
Pendapatan Barito Pacific (BRPT) Melonjak 220% di 2025, Laba Bersih Capai Segini
Meski IHSG turun, sejumlah saham ini catatkan lompatan mengesankan, yaitu saham POLA naik 27,59% menjadi Rp 74, SWID naik 22,83% menjadi Rp 113, DFAM menguat 22,22% menjadi Rp 99, SURI menguat 20,34% menjadi Rp 71, dan MOLI menguat 20,18% menjadi Rp 262.
Kemarin, IHSG bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup hanya turun tipis 5,39 poin (0,08%) menjadi 7.091. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 686,12 miliar dengan net sell terbanyak disumbangkan saham BBRI senilai Rp 461,43 miliar, BBCA mencapai Rp 242,09 miliar, dan BMRI mencapai Rp 241 miliar.
Baca Juga
Laba Medela Potentia (MDLA) Tumbuh 16% di 2025, Didorong Kenaikan Pendapatan
Penurunan indeks hari ini dipicu atas pelemahan saham bank papan atas, seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI. Tekanan juga datang dari pelemahan saham INCO, MORA, HRTA, hingga CMRY. Adapun saham big cap penahan pelemahan indeks datang dari saham DCII, DSSA, MLPT, ITMG, AADI,
Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga. Dua saham meleseat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,44% menjadi Rp 121 dan NZIA meningkat 34,02% menjadi Rp 260.
