IHSG Dibuka Anjlok ke Bawah 7.000, Seluruh Sektor Saham Melemah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/3/2026), dibuka anjlok sebanyak 76,53 poin (1,08%) menjadi 7.020, sejalan dengan penurunan bursa saham dunia. Bahkan, IHSG anjlok ke bawah 7.000 setelah anjlok 115 poin di menit kedua transaksi.
Penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, property, consumer primer, infrastruktur, transportasi, dan keuangan. Kejatuhan juga melanda saham sektor teknologi dan energi.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada BRMS hingga BREN
Meski IHSG anjlok, beberapa saham ini justru catatkan kenaikan pesat, seperti ZYRX menguat 25% menjadi Rp 176, RAAM naik 17,48% menjadi Rp 242, dan SOHO melesat 15,76% menjadi Rp 2.350.
Pekan lalu, IHSG mengalami penurunan tipis sebanyak 9,78 poin (0,14%) menjadi 7.097 sepanjang pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI juga turun Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.
BEI dalam statistik mingguannya menyebutkan bahwa rentang pergerakan indeks pekan ini 7.097-7.323. IHSG sempat mengalami lompatan lebih dari 1,8% pada transaksi hari pertama setelah libur panjang lebaran, namun transaksi saham Kamis dan Jumat berbalik turun.
Baca Juga
Archi Indonesia (ARCI) Cetak Laba Fantastis, Naik Hampir 10 Kali Lipat
Tekanan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti BBNI melorot 11,16%, EMAS turun 10,53%, BREN melemah 4,74%, BBRI melemah 1,72%, dan DCII turun 4,16%.
Sedangkan dari sisi sectoral, penurunan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan saham sektor material dasar 2,84%, keuangan 0,50%, teknologi 0,86%, kesehatan 0,77%. Sebaliknya kenaikan paling pesat dicatatkan saham sektor transportasi dan energi.

