IHSG Dibuka Anjlok 80 Poin, Seluruh Sektor Saham Melemah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/2/2025), dibuka melemah sebanyak 21,45 poin (0,30%) menjadi 7.087. Bahkan, penurunan indeks di lima menit pertama telah lebih dari 80 poin
Koreksi tersebut dipicu penurunan seluruh sektor saham dengan koreksi paling dalam melanda sektor property 1,38%, sektor keuangan 0,70%, sektor infrastruktur 0,57%, sektor kesehatan 0,81%, sektormaterial dasar 0,51%, sektor industry 0,50%.
Meski indeks melemah, sejumlah saham catatkan penguatan mengesankan, seperti PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 25% menjadi Rp 1.075, PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) naik 13,68% menjadi Rp 300, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) naik 15,75% menjadi Rp 2.360.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi Beli Saham BCA (BBCA), Berikut Faktor Penopangnya
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Brigit Biofarma TeknologiT bk (OBAT), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE).
Reliance Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle IHSG membentuk inverted hammer (reversal pattern), masih di bawah MA5 dan MA20, serta indikator Stochastic mengindikasikan golden cross. “Hal ini mengartikan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah dengan saham pilihan BBNI, KLBF, BIPI, CMRY,” tulis riset tersebut.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi katalis negatif dari Sekretaris Pers Kepresidenan Gedung Putih yang menyebutkan Amerika Serikat (AS) akan menaikkan tarif impor untuk negara Meksiko dan Kanada menjadi 25% serta bea masuk 10% untuk China. Kebijakan tersebut berlaku efektif sejak 1 Februari 2025. Sehari setelahnya, Meksiko dan Kanada membalasnya dengan mengumumkan kenaikan tarif impor dari AS.
Sepanjang Januari 2025, IHSG ditutup cetak penguatan sebanyak 0,41% dari level 7.079,90 menjadi 7.109,20. Sebalaiknya pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 3,70 triliun.
Baca Juga
Mitra Keluarga (MIKA) Diprediksi Tumbuh Dua Digit, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
Sedangkan saham paling cuan sepanjang bulan Januari adalah saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dengan penguatan mencapai 613%. Saham yang listing perdana di BEI pada 8 Januari ini berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) terhitung sejak hari perdana listing hingga hari ini.
Lompatan harga juga dicatatkan saham PT Jakarta Setiabudi International (JSPT) sebanyak 230%, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menguat sebanyak 212%, dan saham PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) naik mencapai 184%. Berkat penguatan pesat harga, ketiga saham tersebut masih disuspensi oleh regulator bursa. Penguatan pesat juga melanda saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) sebanyak 124%.
Terkait transaksi pemodal asing sepanjang Januari 2025 melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 3,70 triliun. Net sell terbesar dicatatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 2,86 triliun, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebanyak Rp 765,71 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) mencapai Rp 566,18 miliar. Sebaliknya tiga saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak bulan Januari adalah saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 430,92 miliar, PT Hero Global Investment Tbk (HGII) Rp 325,53 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 287,04 miliar.

