IHSG Dibuka Melemah Usai Libur Lebaran, Saham NIKL Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026), dibuka melemah sebanyak 22,22 poin (0,31%) menjadi 7.084. Penurunan dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham.
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan indeks saham bursa saham Asia yang justru melesat, seperti Nikkei, Hang Seng, dan Strait Times. Penurunan terbesar dipicu pelemahan saham sektor keuangan, material dasar, energi, dan property. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry dan konsumer non primer.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Ajukan Listing Saham ke Bursa Hong Kong hingga Tiga Direktur Mundur
Meski IHSG melemah, penguatan hingga melesat melanda saham ROCK melesat 21,59% menjadi Rp 4.200, NIKL sebanyak 24,82% menjadi Rp 342, ICON menguat menguat 14,55% menjadi Rp 126.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan sebanyak 30,37 poin (0,43%) menjadi 7.10,83 dalam dua hari transaksi pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar mengalami penurunan sebanyak Rp 131 triliun menjadi Rp 12.547 triliun. Penurunan tersebut membuat pelemahan IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) mencapai 17,81%. Penurunan indeks tercatat yang paling buruk di dunia atau menempati peringkat paling 35 dari 35 bursa saham dunia.
Baca Juga
Kekhawatiran Inflasi dan Krisis Energi Hantui Pasar, Yield Treasury AS Naik Tajam
Penurunan indeks pekan lalu dipicu atas kejatuhan mayoritas saham big cap, seperti DSSA, BREN, BRMS, AMMN, BBCA, GOTO. Sebaliknya saham yang menjadi penahan IHSG dari kejatuhan datang dari penguatan saham EMAS sebanyak 23,38%, SMMA mencapai 9%, dan TLKM sebanyak 2,69%.

