BRI Danareksa Sekuritas: Saham BFIN, PGAS, dan SCMA Layak Dicermati
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/1/2024), masih memiliki potensi bullish menuju area resisten. Meski pembukaan indeks pagi ini terkoreksi tipis.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan potensi penguatan didukung keberhasilan IHSG tertahan paa area golden ratio 61,8 di 7.181 dan tertahap pada resisten MA 20 pagi ini. Sedangkan trend indeks masih bullish.
Baca Juga
Rekomendasi Panin Sekuritas: Ada Saham BBYB, ARCI, MBMA hingga ESSA
Hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan trading buy saham BFIN dengan target harga Rp 1.070-1.300, saham PGAS dengan target harga Rp 1.100-1.245, dan SCMA dengan target harga Rp 145-177.
Sebaliknya tiga saham berikut direkomendasikan sell dengan peluang penurunan lebih lanjut, yaitu saham BRMS, EMTK, dan KLBF.
IHSG akhir pekan lalu ditutup terkoreksi sebanyak 25,57 poin (0,35%) menjadi 7.227,40. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebanyak Rp 401,84 miliar.
Baca Juga
Fakta DSSA: Saham Termahal, Pegang Treasuri Rp 21,88 Triliun, hingga Disuspensi BEI
Net sell terbanyak melanda saham PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 110,28 miliar, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 82,56 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 65,77 miliar.
Sebaliknya bursa saham Wall Street akhir pekan lalu melesat dengan kenaikan tertinggi dicatatkan indeks Nasdaq menguat 1,70% ke level tertinggi baru sepanjang masa 15.310,97. Begitu juga dengan indeks S&P500 menguat 1,23% dan Dow Jones melesat 1,05%.

