Bagikan

Analis Kompak Rekomendasikan ‘Buy’ Saham GoTo (GOTO), Target Harga Rata-Rata Rp 102

Poin Penting

Enam analis beri rekomendasi beli saham GOTO.
Target harga rata-rata Rp 102, potensi naik 79% dari Rp57.
Pendapatan 2025 naik 15% jadi Rp 18,3 triliun, rugi menyusut 77%.

JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah analis perusahaan sekuritas lokal maupun asing kompak mempertahankan rekomendasi beli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setelah perusahaan teknologi tersebut merilis kinerja keuangan audit yang menunjukkan perbaikan signifikan tahun 2025.

GOTO mengumumkan kinerja keuangan tahun buku 2025 pada Rabu (11/3/2026). Setelah rilis laporan tersebut, sebanyak enam analis langsung mengeluarkan riset dengan rekomendasi beli saham GOTO.

Dua analis berasal dari sekuritas lokal, yakni IndoPremier Sekuritas dengan target harga Rp 110 per saham dan Mandiri Sekuritas dengan target harga Rp 100 per saham.

Baca Juga

Rugi GOTO Terpangkas 73% Jadi Rp 1,50 Triliun pada 2025, Terendah Sejak Listing

Sementara empat analis lainnya berasal dari broker asing, yaitu Macquarie Sekuritas dengan target harga Rp 90 per saham, Citi dengan target harga Rp 110 per saham, serta Jefferies dan UBS yang masing-masing memberikan target harga Rp 100 per saham.

Dengan demikian, rata-rata target harga dari enam analis tersebut berada di kisaran Rp102 per saham. Angka tersebut mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 79% dari harga penutupan saham GOTO pada Rabu (11/3/2026) di level Rp57 per saham.

Rekomendasi positif tersebut didukung oleh kinerja keuangan perseroan dengan perbaikan sigifikan tahun lalu. GOTO melaporkan pendapatan bersih naik 15% menjadi Rp 18,3 triliun, sementara rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk menyusut 77% menjadi Rp 1,2 triliun.

Selain itu, perseroan melaporkan metrik kinerja non Standar Akuntansi Keuangan (SAK) berupa EBITDA Grup yang disesuaikan, yang mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba berbasis kas dari aktivitas operasional inti.

Baca Juga

Kinerja GoTo Melesat: EBITDA 2025 Lampaui Target, Kenaikan Tahun Ini Dibidik hingga 69%

Sepanjang 2025, GOTO membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan positif sebesar Rp 2,0 triliun, lebih tinggi dari target yang sebelumnya ditetapkan di kisaran Rp 1,8-1,9 triliun.

Adapun EBITDA Grup yang disesuaikan tahun ini kembali ditargetkan meningkat 59-69% menjadi Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun, bergantung pada asumsi saat ini serta dinamika perkembangan ekonomi makro.

GOTO juga mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp 966 miliar sepanjang 2025. Kinerja grup didukung oleh perbaikan profitabilitas di kedua unit bisnisnya.

Baca Juga

GoTo Gelontorkan Rp 110 Miliar untuk BHR Mitra ‘Ojol’

Di segmen financial technology (fintech) yang menaungi GoPay, jumlah pengguna tahunan tumbuh 36% menjadi 57 juta. Jumlah transaksi bulanan meningkat 76% hingga menembus 600 juta pada Desember 2025, sementara nilai buku pinjaman konsumen naik 68% menjadi Rp 8,8 triliun.

Bisnis fintech mencatatkan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 497 miliar sepanjang 2025, berbalik dari posisi rugi Rp 467 miliar tahun sebelumnya.

Sementara itu, unit bisnis On-Demand Services (ODS) atau Gojek membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,4 triliun, meningkat 105%.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024