Gantikan Hasan Fawzi, Ini Harapan Para Pelaku di Industri Kripto Buat Adi Budiarso
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pelaku industri kripto menyampaikan harapan besar kepada Adi Budiarso setelah dinyatakan lolos seleksi dan akan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031. Adi akan menggantikan Hasan Fawzi, yang beralih tugas menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Sejumlah pimpinan pedagang aset keuangan digital (PAKD) berharap pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan industri kripto nasional, sekaligus mempererat sinergi antara regulator dan pelaku usaha di tengah perkembangan ekosistem aset digital yang semakin dinamis.
CEO Indodax William Sutanto menyampaikan apresiasi kepada Hasan Fawzi atas kepemimpinannya selama masa transisi pengawasan industri kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK pada Januari 2025 lalu. Menurut William, proses transisi tersebut menjadi tonggak penting bagi penguatan tata kelola industri aset kripto di Indonesia.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Hasan atas kepemimpinannya dalam memastikan proses transisi pengawasan industri kripto dari Bappebti ke OJK berjalan dengan lancar, yang menjadi tonggak penting bagi penguatan tata kelola industri aset kripto di Indonesia,” ujar William kepada Investortrust.id, dikutip Kamis (12//3/2026).
Baca Juga
'Fit and Proper Test' OJK, Adi Budiarso Targetkan Sektor Keuangan Sokong Pertumbuhan Ekonomi 8%
Kepada Adi Budiarso, William berharap kepemimpinan baru di sektor pengawasan ITSK, aset keuangan digital, dan aset kripto dapat memperkuat ekosistem kripto nasional agar semakin sehat, kompetitif dan mampu melindungi kepentingan industri dalam negeri.
“Kepada Bapak Adi Budiarso, selamat mengemban amanah sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, Indonesia dapat memperkuat ekosistem kripto yang sehat, kompetitif, dan berdaulat, sehingga mampu mendorong inovasi sekaligus menjaga kepentingan industri nasional di tengah dinamika global,” tutur William.
Senada, CEO Upbit Indonesia Resna Raniadi mengatakan pihaknya menyambut baik pergantian kepemimpinan tersebut dan berharap kolaborasi antara regulator dengan industri dapat terus diperkuat.
“Kami di Upbit menyambut baik pergantian kepemimpinan ini dan berharap sinergi antara regulator dan pelaku industri dapat terus diperkuat. Pergantian kepemimpinan adalah momentum yang baik untuk memperkuat arah kebijakan kripto nasional,” ujar Resna.
Menurut ia, industri kripto Indonesia membutuhkan regulasi yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan konsumen, tetapi juga mampu membuka ruang inovasi dan mempercepat pertumbuhan industri.
“Harapan kami kepada Bapak Adi Budiarso adalah lahirnya regulasi yang tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga mendorong inovasi dan pertumbuhan industri, karena industri kripto Indonesia membutuhkan regulasi yang adaptif dan progresif,” kata Resna.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana pun menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Hasan Fawzi atas perannya dalam memperkuat fondasi industri kripto di Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Hasan Fawzi atas kepemimpinan dan kontribusinya selama menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD. Di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi tata kelola, penguatan regulasi, maupun peningkatan kepercayaan publik terhadap industri ini,” ujar ia.
Ia menambahkan bahwa salah satu pencapaian penting dalam periode tersebut adalah proses peralihan pengawasan industri kripto dari Bappebti ke OJK yang berjalan dengan baik, dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem yang telah terbentuk.
Tokocrypto juga menyambut baik penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru. Industri berharap kepemimpinan baru ini dapat semakin memperkuat ekosistem inovasi teknologi keuangan dan aset digital di Indonesia. “Kami menyambut baik penunjukan Bapak Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem aset kripto dan inovasi teknologi keuangan di Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” kata Calvin.
Menurutnya, dukungan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi akan menjadi kunci bagi pertumbuhan industri di masa depan. “Ke depan, kami berharap OJK dapat terus mendorong terciptanya regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memberikan ruang inovasi bagi pelaku industri, serta memperkuat kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis industri aset kripto Indonesia dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat,” jelasnya.
VP Legal, Compliance, & Government Relations PINTU R Wisnu Renansyah Jenie juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan tertinggi kepada Hasan Fawzi yang telah memimpin industri aset kripto selama ini sehingga ekosistem aset kripto di Indonesia semakin baik. PINTU juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Adi Budiarso yang telah dipilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.
"Ke depan di bawah kepemimpinan Bapak Adi Budiarso, PINTU siap terus bekerja sama dan menjadi mitra strategis OJK untuk bersama-sama mendorong industri aset kripto di Indonesia bukan hanya lebih baik, tetapi mampu memberikan perlindungan paling optimal bagi pengguna dan juga para Perusahaan Aset Keuangan Digital (PAKD)," ujarnya.
Adapun pergantian kepemimpinan ini dinilai menjadi fase penting bagi industri kripto nasional, terutama ketika pelaku usaha berharap regulasi ke depan dapat semakin seimbang antara penguatan perlindungan konsumen, kepastian hukum, dan dukungan terhadap inovasi. Dengan masuknya kepemimpinan baru, industri kini menaruh ekspektasi agar kebijakan OJK mampu menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekosistem aset digital yang lebih matang, kredibel, dan berdaya saing.
“Kami menyambut baik penunjukan Bapak Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di OJK, serta mengapresiasi kontribusi Bapak Hasan Fawzi yang sebelumnya memimpin pengawasan sektor ini.
Sementara itu, CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis berharap adanya kesinambungan kebijakan, kepastian regulasi, serta kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri yang terus dapat memperkuat stabilitas dan kepercayaan terhadap ekosistem keuangan Indonesia.
"Sebagai platform yang melayani lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi, dengan mayoritas pengguna berasal dari generasi muda Indonesia, FLOQ memandang bahwa kepercayaan investor dan publik merupakan fondasi utama industri ini. Oleh karena itu kami mendukung setiap upaya regulator dalam memperkuat tata kelola, transparansi, serta perlindungan konsumen di sektor asset digital," ujar ia.
Kian Banyak
Seperti diketahui, mengawali tahun 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto per Januari 2026 sebesar Rp 29,24 triliun dan nilai transaksi derivatif dari aset keuangan digital tercatat sebesar Rp 8,01 triliun. Adapun, jumlah investor kripto tercatat ada 20,70 juta konsumen di awal tahun, naik dari posisi akhir tahun lalu sebanyak 20,19 juta konsumen. Di mana, kapitalisasi pasar ada sebesar Rp 27,35 triliun naik dari Rp 23,73 trilun.
Sementara itu, hingga Februari 2026, OJK mencatat sebanyak 1.457 aset kripto yang dapat diperdagangkan. Yang terdiri dari satu bursa kripto (bursa), satu lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian (kliring), dua pengelola tempat penyimpanan (kustodian), dan 25 pedagang aset keuangan digital (PAKD).
Baca Juga
Friderica dan Hasan Fawzi Masuk Kandidat Ketua DK OJK, DPR Gelar Fit and Proper Test Rabu
Profil Adi Budiarso
Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan, Adi Budiarso saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan. Karier Adi di Kementerian Keuangan telah dimulai sejak lama. Ia mengawali karier sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan pada tahun 1990.
Selanjutnya, ia pernah bertugas di Badan Kebijakan Fiskal dan menjabat sebagai Kepala Central Transformation Office (CTO) di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada periode 2014–2018. Ia juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Kerja Panitia Nasional Annual Meetings IMF–World Bank Group 2018 yang digelar di Bali. Selain itu, Adi pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral serta Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan di Badan Kebijakan Fiskal. Kemudian pada 13 Juni 2025, Adi dilantik sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Adi lahir di Salatiga pada tahun 1970. Ia menempuh pendidikan Diploma IV di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan lulus pada tahun 1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan meraih gelar Master of Accounting dari University of Southern California pada tahun 2001. Selanjutnya, ia memperoleh gelar Doctor of Business Administration dari University of Canberra pada tahun 2014.
Sementara berdasarkan laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Adi memiliki total harta kekayaan per 11 Februari 2025 senilai Rp 6,79 miliar. Terdiri dari tanah dan bangunan Rp 5,3 miliar, alat transportasi dan mesin Rp 412 juta, dan harta bergerak lainnya Rp 395 juta.

